Gerindra: PSI Cari Panggung dengan Pernyataan Kontroversial

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PSI Grace Natalie (tengah) didampingi Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni (kiri) dan Bendahara Umum PSI Suci Mayang Sari pada jumpa pers di DPP PSI, Jakarta Pusat, 15 Desember 2017.  TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketum PSI Grace Natalie (tengah) didampingi Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni (kiri) dan Bendahara Umum PSI Suci Mayang Sari pada jumpa pers di DPP PSI, Jakarta Pusat, 15 Desember 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengatakan pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang menyindir partai-partai nasionalis soal perda syariah hanya sensasi belaka. Ucapan Grace yang kontroversial itu dianggap untuk mencari panggung.

    "Jadi Grace selalu mengeluarkan statement-statement yang kontroversial, yang memang ingin ditanggapin, mendapat panggung. Ini strategi dia," kata Andre kepada Tempo, Selasa, 12 Maret 2019.

    Menurut Andre, PSI adalah partai yang berharap lolos parliamentary threshold. "Mereka harus terus bikin sensasi karena nggak punya prestasi. Makanya PSI itu cocoknya Partai Sensasional Indonesia," ujar Andre.

    Penilaian Andre ini diungkapkan mengomentari pidato Grace Natalie di acara Festival 11 di Medan, Senin, 11 Maret 2019. Di acara itu, Grace menyinggung banyak partai yang mengaku nasionalis namun justru mendukung peraturan daerah (Perda) syariah yang diskriminatif. Saat ini, diantara partai berbasis massa nasionalis di parlemen diantaranya adalah PDIP, Golkar, dan Gerindra. 

    Baca: PDIP: Pernyataan Grace Natalie PSI Ngawur

    Dalam pidatonya, Grace menyinggung banyak partai yang mengaku nasionalis namun justru mendukung peraturan daerah (Perda) syariah yang diskriminatif. "Bagaimana mungkin disebut partai nasionalis, kalau diam-diam menjadi pendukung terbesar perda ayariah?" kata Grace yang dikutip dari pidatonya yang diunggah dalam laman resmi PSI pada Senin, 11 Maret 2019.

    Grace bahkan mengutip hasil studi Michael Buehler dalam bukunya yang berjudul “The Politics of Shari’a Law: Islamist Activists and the State in Democratizing Indonesia” yang terbit pada 2016. Menurut Grace, Buehler merupakan guru besar ilmu politik di Nothern Illinois University.

    Grace lalu mengutip hasil penelitian Buehler yang menyimpulkan bahwa partai yang mengaku berlabel nasionalis seperti PDI Perjuangan dan Golkar terlibat aktif dalam merancang, mengesahkan, dan menerapkan Perda-perda Syariah di seluruh Indonesia. Tak hanya Buehler, Grace juga mengutip hasil penelitian Robin Bush yang menurut dia menyimpulkan hal yang sama. "Ini bukan saya lho yang bilang. Saya hanya membacakan kesimpulan riset ilmiah," kata Grace.

    Baca: PSI Dinilai Ingin Ambil Basis Pemilih PDIP untuk Lolos ke Senayan

    Andre menuturkan segala jenis Perda, termasuk Perda Syariah, tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. "Meskipun berbau syariah, tapi tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Pancasila, NKRI, serta sesuai dengan budaya lokal, ya kenapa harus kita ributin?" ujar Andre.

    Tonton Soal Pengesahan Perda Syariah, Grace Natalie Sindir PDIP

    Catatan redaksi:

    Redaksional berita ini diperbaiki pada Selasa, 12 Maret 2019, pukul 13.26 WIB. Perbaikan dilakukan tanpa mengubah isi dan maksud pada berita sebelumnya. Terima kasih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?