Mahyudin Minta KPU Rapikan Daftar Pemilih Tetap

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Mahyudin usai memberi pengantar Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada ibu-ibu Majelis Taklim Kelurahan Waru, di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara,  Kalimantan Timur,  Senin sore, 11 Maret 2019.

    Wakil Ketua MPR RI Mahyudin usai memberi pengantar Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada ibu-ibu Majelis Taklim Kelurahan Waru, di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin sore, 11 Maret 2019.

    INFO NASIONAL - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin meminta agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) merapikan daftar pemilih tetap (DPT). Menururtnya, KPU perlu menyisir kembali Warga Negara Asing (WNA)  dan pemilih ganda dalam DPT.

    "Ini masih ada waktu satu bulan lagi. Karena itu, KPU harus bekerja keras untuk merapikan DPT. Kita ingin pemilu ini benar-benar akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat Indonesia. Jadi siapa pun yang terpilih dalam pemilu, orang bisa menerima dengan lapang dada," katanya kepada media usai memberi pengantar Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada ibu-ibu Majelis Taklim Kelurahan Waru, di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin sore, 11 Maret 2019.

    Belakangan ada temuan sebanyak 174 WNA masuk dalam DPT. Selain itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi menyebutkan, masih ada jutaan pemilih ganda dan fiktif dalam DPT.

    Menyikapi hal itu, Mahyudin mengatakan, untuk WNA, KPU sudah melakukan penyisiran dan pencoretan dalam DPT. Sedangkan untuk pemilih ganda dan fiktif,  dia menyangsikan jumlahnya mencapai jutaan orang.  "Jumlah pemilih ganda itu kan masih katanya. Kita tidak tahu apakah memang jumlahnya 17 juta.  Kalau ada temuan nama ganda dan fiktif tentu sudah dicoret KPU," ucap Mahyudin.

    Dengan penyisiran kembali DPT, Mahyudin berharap pemilu bisa lebih akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. "Intinya, kita ingin pemilu ini berlangsung jurdil,  jujur dan adil, " ujarnya.

    Menanggapi adanya usulan agar kotak suara dititipkan di Koramil untuk menghindari kecurangan,  Mahyudin tidak melihat adanya urgensi itu. Menurutnya, lebih baik prosedur penyimpanan kotak suara diserahkan kepada penyelenggara pemilu yang diawasi pihak kepolisian. "Saya tidak melihat urgensi kotak suara disimpan di Koramil. Saya lihat kita terlalu curiga. Serahkan saja kepada penyelenggara pemilu yang dibantu aparat," katanya.

    "Untuk menghindari kecurangan,  para calon juga punya saksi di TPS. Saya kira terlalu berlebihan kalau melibatkan tentara.  Berkaitan dengan Kamtibmas, itu tugas polisi," ucapnya.

    Mahyudin menegaskan, semua pihak tidak perlu takut berlebihan pemilu ini bisa dicurangi. "Kita tidak perlu takut berlebihan. Pokoknya kita laksanakan pemilu dengan jujur dan adil," katanya.  (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.