Romy PPP Sudah Klarifikasi ke Aa Gym Soal Pilihan Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aa Gym. Instagram/@aagym

    Aa Gym. Instagram/@aagym

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy atau Romy mengatakan sudah menghubungi Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Romy mengontak Aa Gym setelah video pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhid, Bandung, itu beredar. 

    Baca: Aa Gym Bantah Pernah Diajak Romy PPP Netral di Pilpres 2019

    Melalui WhatsApp kepada Aa Gym, Romy mengakui memang sempat menduga-duga sikap mubalig tersebut dalam Pilpres 2019. Ia mengatakan ditanya wartawan soal sikap Aa Gym di Pilpres 2019. 

    "Tentu saya jawab standar bahwa sikap Aa tercermin dalam seluruh postingan statusnya di media sosial. Karena yang lebih pas tentu ditanyakan ke Aa," kata Romy kepada Aa Gym. Romy mengirimkan salinan WhatsApp dia dengan Aa Gym kepada Tempo pada Senin, 11 Maret 2019.

    Ia pun menampik bahwa pernah menyatakan mendekati Aa Gym untuk bersikap dalam Pilpres. Ia juga menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Aa Gym yang ia maksud adalah dua atau tiga tahun lalu pada saat ia mendatangi Yayasan milik Aa Gym di Kebayoran Baru, Jakarta.

    Sebelumnya beredar video bantahan Aa Gym terkait kabar telah didekati oleh Rommy. Video ini diunggah akun PORTAL ISLAM di YouTube pada tangal 9 Maret 2019. Pada video itu Aa Gym membantah pernah didekati Rommy, dan diminta untuk bersikap netral dalam Pilpres. Aa Gym juga mengaku saat itu belum pernah berkomunikasi dengan Rommy selama Pilpres.

    Simak juga: Bantah Romy PPP, Aa Gym: Saya Punya Pilihan di Pilpres 2019

    Kabar tabayyun Rommy pada Sabtu malam sudah dikonfirmasi oleh Aa Gym. Ia membenarkan Rommy saat itu menghubunginya melalui pesan Whatsapp. "Jadi sudah selesai masalahnya," kata Aa Gym kepada Tempo, Senin 11 Maret 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.