Bantahan Lengkap Aa Gym Soal Didekati Romy PPP Agar Netral

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aa Gym. Instagram/@aagym

    Aa Gym. Instagram/@aagym

    TEMPO.CO, Jakarta - Beredar video bantahan mubalig, Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym terkait kabar telah didekati oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Rommy. Video ini diunggah akun Portal Islam di YouTube pada tanggal 9 Maret 2019.

    Baca: Bantah Romy PPP, Aa Gym: Saya Punya Pilihan di Pilpres 2019

    Saat dikonfirmasi Tempo Aa Gym mengatakan tayangan tersebut dibuat Jumat malam, 8 Maret 2019 dalam sebuah kajian di pesantren Daarut Taudih, Bandung. “Sekedar membantu menjelaskan sehubungan banyaknya pertanyaan dari berita yang beredar,” kata dia, Senin, 11 Maret 2019.

    Sebelumnya Rommy mengaku pernah menemui pimpinan pondok pesantren Daarut Tauhid tersebut tahun lalu, dalam rangka mengajaknya ke “tengah”. Belakangan, kata Rommy, postingan Aa Gym sudah tidak berbicara lagi soal pasangan nomor urut 01 atau 02 lagi.

    Imbas kabar ini, sejumlah santri Aa Gym d Daarut Tauhid menyatakan belum menentukan pilihan. Abdul Aziz, santri asal Tasikmalaya, mengatakan belum menentukan pilihan sebagaimana pengaduh pondoknya. “Masih menimbang-nimbang,” ujar aziz yang mengaku memilih Prabowo pada 2014.

    Agus Rahman, santri asal Riau, juga enggan mengungkapkan siapa jagoannya pada 17 April nanti. “Masih rahasia,” katanya.

    Berikut isi video bantahan lengkap Aa Gym:

    Tapi saya belum tabayun kepada beliau. Bahwa Pak Rommy dari pimpinan salah satu partai islam itu mendekati UAS (Ustad Abdul Somad), agar kalau tidak bergabung maka bersikap netral. Dan sudah pernah mendekati Aa berbicara dengan Aa Gym supaya netral dalam pemilu. Kalau tidak gabung netral lah begitu. Dan sekarang katanya Aa Gym sudah berubah, dipostingannya.

    Satu saya belum bertabayun kepada beliau apakah beliau berkata ini atau tidak semoga beliau tidak berkata begitu. Karena kalau beliau berkata begitu berarti bohong.

    Saya tidak berkomunikasi selama Pilpres ini, sama sekali tidak pernah berkomunikasi, tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu karena itu tidak benar pernyataanya. Saya sebagai warga negara Indonesia tidak netral karena saya punya pilihan dalam pilpres ini. Salah satu pasangan capres saya punya pilihan.

    Tetapi sebagai mubalig melihat kondisi Pilpres seperti saat ini maka Aa lebih memilih menempatkan diri berusaha mengajak umat Islam khususnya dan masyarakat Indonesia agar menjalankan Pilpres ini dengan lebih damai lebih sejuk dan bersih serta adil.

    Ini dilakukan bukan karena imbauan atau ancaman atau tekanan dari pihak manapun. Ini datang dari hati nurani karena sedih melihat umat sekarang sepertinya bertengkar. Apalagi kalau melihat ulama berbeda pendapat dengan tajam itu lebih menyedihkan lagi sehingga mengambil posisi mudah mudahan bisa sedikitnya membantu masyarakat dan umat bisa menjaga ukhuwah dan tidak sampai Pilpres ini membawa kepada perpecahan.

    Simak juga: Taktik Tim Jokowi Tarik Abdul Somad ke Tengah Dinilai Tak Efektif

    Semoga pernyataan ini menjadi klarifikasi bahwa saya tidak pernah dihubungi beliau atau bertemu dengan beliau dalam kaitan pilpres ini dan tidak pernah menyampaikan hal-hal yang seperti disampaikan beliau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.