SMRC 25 Juta Orang Tak Percaya KPU, Komisioner: Jadi Pelecut Kami

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner KPU RI Ilham Saputra menerima Aktivis Koalisi #BersihkanIndonesia usai melakukan aksi teatrikal bertajuk `Kami Ingin Masa Depan, Kami Ingin Energi Bersih` di depan Gedung KPU, Jakarta, Senin 11 Februari 2019. Tema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam sangat dinantikan oleh masyarakat untuk mendengarkan paparan para capres khususnya komitmen para capres terkait masa depan energi bersih dan terbarukan yang tidak menghasilkan emisi dan polusi seperti batu bara. TEMPO/Subekti.

    Komisioner KPU RI Ilham Saputra menerima Aktivis Koalisi #BersihkanIndonesia usai melakukan aksi teatrikal bertajuk `Kami Ingin Masa Depan, Kami Ingin Energi Bersih` di depan Gedung KPU, Jakarta, Senin 11 Februari 2019. Tema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam sangat dinantikan oleh masyarakat untuk mendengarkan paparan para capres khususnya komitmen para capres terkait masa depan energi bersih dan terbarukan yang tidak menghasilkan emisi dan polusi seperti batu bara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra, mengatakan mereka bakal tetap fokus untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan Umum atau Pemilu 2019 kendati ada masyarakat yang menyatakan tidak percaya terhadap netralitas lembaganya.

    Baca: SMRC: 25 Juta Pemilih Menilai KPU Tak Netral di Pilpres 2019

    "Kami tetap fokus pada suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2019," katanya lewat pesan singkat pada Tempo, Senin, 11 Maret 2019.

    Sebelumnya, lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan sebanyak 13 persen dari total 190 juta pemegang hak pilih atau sekitar 25 juta masyarakat menyatakan KPU tidak netral dalam penyelenggaraan pemilihan presiden 2019. Survei ini mereka gelar pada 24 hingga 31 Januari 2019 dengan total 1.620 responden dan margin of error 2,65 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

    Menurut Ilham, KPU enggan terlena dengan temuan tersebut. KPU, kata dia, lebih memilih untuk tetap fokus bekerja. "Ini menjadi pelecut KPU agar dapat bekerja lebih baik. Kami tidak mau terlena dengan survei tersebut," ujarnya

    Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, mewanti-wanti terkait besarnya pemilih yang menilai KPU tidak netral. Jumlah tersebut, kata dia, sangat besar serta berpotensi mempersulit KPU dan Bawaslu bila dimobilisasi.

    Simak juga: Survei SMRC: 13 Persen Responden Percaya KPU Tak Netral

    Menanggapi hal itu, Ilham menyatakan lembaganya tidak khawatir. Meski responden yang sangsi dengan netralitas KPU condong ke salah satu pendukung calon presiden, ia menyatakan akan tetap bekerja secara profesional. "Kami akan perlihatkan dengan kerja yang baik," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.