Lagi-lagi Jokowi Minta Relawan Lawan Kabar Hoaks

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, menghadiri deklarasi dukungan Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan, Kota Bandung, 10 Maret 2019. Tempo/Friski Riana

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, menghadiri deklarasi dukungan Jabar Ngahiji di Monumen Perjuangan, Kota Bandung, 10 Maret 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, meminta para relawan dan pendukungnya untuk melawan kabar bohong yang menyerang mereka. Ia mengatakan merebaknya kabar hoaks mampu menggerogoti elektabilitas.

    Baca: Perkenalkan Kartu Pra Kerja, Jokowi: Bukan Menggaji Pengangguran

    "Ini sudah tinggal 36 hari lagi, di banyak daerah elektabilitas kita turun karena kabar fitnah, hoaks, dan kabar bohong," katanya dalam acara Festival Satu Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 10 Maret 2019.

    Jokowi meminta pendukungnya bergerak cepat dalam merespon serangan hoaks ini. Menurut dia, peredaran hoaks kini tidak lagi lewat media sosial melainkan sudah dari pintu ke pintu.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta pendukungnya berani untuk melawan hoaks. "Jangan sampai kita tidak merespon karena takut.Ini harus dilawan jangan didiamkan saja, sangat berbahaya bagi negara kita Indonesia," kata dia.

    Jokowi pernah mengakui jika elektabilitasnya bersama Ma'ruf Amin sempat menurun di Jawa Barat sebesar 8 persen. Ia menyalahkan penyebaran hoaks dan fitnah sebagai penyebab turunnya elektabilitas. "Enggak ada hujan, enggak ada angin. Tahu-tahu anjlok 8 persen. Kami cek, ke bawah, ke bawah, ke bawah. Cek lagi ke rumah, ke rumah, ke rumah. Apa yang muncul? Ternyata fitnah hoaks sudah masuk," ujar Jokowi seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 2 Maret 2019.

    Simak juga: Guru Ngaji Jokowi: Islamnya Beliau Tidak Perlu Diragukan Lagi

    Meski begitu, Jokowi mengklaim di Jawa Barat elektabilitasnya telah unggul 4 persen dari pasangan lawannya di pilpres 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.