SMRC: 25 Juta Pemilih Menilai KPU Tak Netral di Pilpres 2019

Lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) saat menyampaikan rilis hasil surveinya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 10 Maret 2019. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil sigi lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan sebanyak 25 juta pemilih menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak netral dalam menyelenggarakan pilpres 2019.

Baca: Survei SMRC: Jokowi 54,9 Persen; Prabowo 32,1 Persen

"Secara khusus, yang menilai KPU tidak netral sebanyak 13 persen. Sebanyak 13 persen dari total pemilih 190 juta adalah sekitar 25 juta. Jumlah ini sangat besar untuk mempersulit KPU dan Bawaslu bila dimobilisasi," kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, dalam peluncuran hasil survei di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Maret 2019.

Hasil survei tersebut menemukan mayoritas publik cukup yakin KPU mampu menyelenggarakan pemilu sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku. Rinciannya, 13 persen sangat yakin, 66 persen cukup yakin, 11 persen kurang yakin, 1 persen tidak yakin sama sekali, dan 9 persen tidak tahu atau tidak jawab.

Hasil yang tak terlalu berbeda juga muncul untuk pertanyaan apakah KPU akan mampu menyelenggarakan pemilihan presiden sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku. Survei SMRC itu menemukan 12 persen responden sangat yakin, 68 persen cukup yakin, 10 persen kurang yakin, 1 persen tidak yakin sama sekali, dan 9 persen tidak tahu atau tidak jawab.

Sementara untuk survei terhadap kinerja Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu, SMRC menemukan mayoritas responden masih yakin Bawaslu mampu mengawasi pemilu sesuai dengan undang-undang dan aturan yang berlaku. Survei itu menemukan 11 persen responden sangat yakin, 68 persen cukup yakin, 10 persen kurang yakin, 1 persen tidak yakin sama sekali, dan 10 persen tidak tahu atau tidak jawab.

"Untuk pengawasan Bawaslu terhadap pemilihan presiden, 10 persen responden sangat yakin, 68 persen responden cukup yakin, 10 persen responden kurang yakin, 1 persen tidak yakin sama sekali, dan 11 persen tidak tahu atau tidak jawab," ujar Deni.

Deni menuturkan publik umumnya percaya bahwa KPU dan Bawaslu bisa menjalankan kewajibannya sesuai dengan UU. "Yang negatif terhadap KPU dan Bawaslu rata-rata sekitar 11 sampai 13 persen," ujar dia.

Survei ini digelar pada 24 hingga 31 Januari 2019. Populasi survei adalah seluruh WNI yang memiliki hak pilih dalam pemilu 2019. Dari populasi itu, dipilih secara random sebanyak 1.620 responden. Responden yang dapat diwawancarai secara valid sebesar 1.426 atau 88 persen.

Baca: Metode Survei PolMark, Temukan Persaingan Jokowi - Prabowo Ketat

Margin of error survei ini berkisar kurang lebih di angka 2,65 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel.






Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

8 hari lalu

Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

Golkar mencapai popularitas 94,0 persen dan kesukaan 75,9 persen.


Survei Capres 2024 CSIS: Anies Unggul Head to Head terhadap Ganjar

8 hari lalu

Survei Capres 2024 CSIS: Anies Unggul Head to Head terhadap Ganjar

Elektabilitas Anies mencapai 47,8 persen, sementara Ganjar 43,9 persen.


Politikus Gerindra Anggap Nomor Urut Partai Hanya soal Teknis

13 hari lalu

Politikus Gerindra Anggap Nomor Urut Partai Hanya soal Teknis

Namun politikus Gerindra ini mengakui, semakin kecil angka urutan partai politik maka akan semakin mudah untuk mengenalkan kepada masyarakat.


Anies Siap Nyapres, Relawan Optimistis Partai Bakal Mulai Merapat

17 hari lalu

Anies Siap Nyapres, Relawan Optimistis Partai Bakal Mulai Merapat

Anies Baswedan menyatakan siap mencalonkan diri sebagai presiden dalam wawancara bersama media asing beberapa hari lalu.


SMRC Sebut Tantangan Berat Bagi PDIP Jika Calonkan Puan Maharani di Pilpres 2024

18 hari lalu

SMRC Sebut Tantangan Berat Bagi PDIP Jika Calonkan Puan Maharani di Pilpres 2024

Menurut pendiri SMRC Saiful Mujani, kalau kondisinya seperti sekarang, berat bagi PDI Perjuangan untuk mencalonkan Puan Maharani.


Survei Indo Riset: Belum Ada Capres 2024 yang Kuat secara Elektoral

27 hari lalu

Survei Indo Riset: Belum Ada Capres 2024 yang Kuat secara Elektoral

Tiga besar elektabilitas capres 2024 masih diisi nama-nama yang biasa beredar, yakni Ganjar, Prabowo, Anies.


Survei SMRC: Dukungan untuk Golkar, PPP, dan PAN Melemah Dibandingkan 2019

31 hari lalu

Survei SMRC: Dukungan untuk Golkar, PPP, dan PAN Melemah Dibandingkan 2019

Jika tren ini berlanjut, hanya Golkar yang diprediksi akan lolos parliamentary threshold untuk Pemilu 2024


Survei SMRC: Menjelang 2024 Elektabilitas PKB, PKS, NasDem Lebih Baik daripada 2019

31 hari lalu

Survei SMRC: Menjelang 2024 Elektabilitas PKB, PKS, NasDem Lebih Baik daripada 2019

Survei SMRC menunjukkan bahwa dukungan untuk PKB, PKS, dan NasDem menjelang 2024 saat ini lebih baik dibanding 2019.


Diprediksi Perolehan Suara di Bawah 4 Persen, PPP Tetap Optimistis Lolos ke Senayan

32 hari lalu

Diprediksi Perolehan Suara di Bawah 4 Persen, PPP Tetap Optimistis Lolos ke Senayan

Sejumlah survei menunjukan perolehan suara PPP ada di bawah ambang batas parlemen 4 persen.


Diprediksi Tak Lolos Parlemen, PPP Lakukan Bedah Dapil

32 hari lalu

Diprediksi Tak Lolos Parlemen, PPP Lakukan Bedah Dapil

Kegiatan FGD disebut Arwani dilanjutkan dengan survei per dapil. PPP turut menggandeng konsultan politik dalam melakukan berbagai kegiatan tersebut.