Empat Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di NTT

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda NTT menyebabkan banjir dan tanah longsor. TEMPO/Jhon Seo

    Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda NTT menyebabkan banjir dan tanah longsor. TEMPO/Jhon Seo

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat orang meninggal dalam bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Empat orang juga dinyatakan hilang, sementara 743 warga lainnya terpaksa mengungsi.

    Baca: Banjir dan Longsor NTT, Warga Sebut Korban Belum Dievakuasi

    "Sebanyak 743 mengungsi di kantor bupati Manggarai Barat yang berasal dari 3 desa," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu, 9 Maret 2019.

    Banjir disertai tanah longsor terjadi di Manggarai Barat pada Kamis, 7 Maret 2019 pukul 07.00 WIT. Bencana itu melanda enam desa di Kecamatan Komodo dan Mbiling. Banjir dan longsor terjadi karena intensitas curah hujan yang tinggi.

    Selain korban jiwa, banjir juga mengakibatkan 3 unit rumah rusak berat, 1 jembatan rusak, dan ruas jalan Ruteng-Labuan Bajo lumpuh total. Sejumlah unit kendaraan dan kios juga tertimbun longsor.

    Sutopo mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah saat ini terus melakukan pendataan dan evakuasi korban ke Kantor Bupati Manggarai Barat. Tim gabungan juga tengah mencari 4 orang hilang yang tertimbun longsor.

    Baca: Banjir di Kabupaten Bandung, 10 Kecamatan Terdampak

    Sutopo mengatakan saat ini banjir sudah surut, namun sebagian pengungsi masih memilih bertahan di kantor Bupati. Sementara sebagian lainnya sudah mulai membersihkan rumah yang terkena lumpur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.