Dijerat UU ITE, Robertus Robet Terancam 6 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Robertus Robert. TEMPO/Imam Sukamto

    Robertus Robert. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim pendamping hukum aktivis Robertus Robet, Nurkholis Hidayat, mengatakan polisi menjerat kliennya dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 207 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

    Baca juga: 10 Penasihat Hukum Dampingi Robertus Robet di Bareskrim

    "Ancamannya enam tahun penjara," kata Nurkholis di sela pemeriksaan Robet di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Kamis dini hari, 7 Maret 2019.

    Ia menuturkan Robet ditetapkan menjadi tersangka karena orasinya pada saat aksi Kamisan pada Kamis pekan lalu. Orasinya tersebut disangkakan mengandung ujaran kebencian.

    Video orasi Robet di Aksi Kamisan pekan lalu menuai kontroversi dan kritik di media sosial. Dalam video itu, Robet dituding telah mengkritik dan menghina TNI. Aksi Kamisan adalah unjuk rasa menyuarakan penegakan hukum dan hak asasi manusia yang berlangsung setiap pekan di depan Istana Negara.

    Menurut Nurkholis, sebanyak 10 penasihat hukum mendampingi pemeriksaan aktivis Robet di lantai 14 gedung Bareskrim Mabes Polri. Mereka mendampingi pemeriksaan Robet secara bergantian di ruangan penyidik.

    Tempo mencoba menghubungi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Dedi Rasetyo untuk mengkonfirmasi soal penangkapan maupun penetapan tersangka Robertus Robet. Namun, pesan singkat yang dikirim belum mendapatkan jawaban. 

    Pantauan Tempo hingga pukul 05.30, Robertus Robet masih diperiksa penyidik Bareskrim. Pemeriksaan Robet sempat jeda istirahat pada pukul 03.30, dan dilanjutkan kembali pada pukul 04.00. Robet yang mengenakan jaket hitam, kaus hitam dan celana jeans tampak santai selama menjalani pemeriksaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.