Eks Kalapas Sukamiskin Dituntut 9 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen (kanan) memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. Wahid Husein menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pasca operasi tangkap tangan terkait suap atas pemberian fasilitas dan perizinan di Lapas Sukamiskin.   ANTARA FOTO/ Reno Esnir

    Tersangka Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen (kanan) memakai rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 23 Juli 2018. Wahid Husein menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pasca operasi tangkap tangan terkait suap atas pemberian fasilitas dan perizinan di Lapas Sukamiskin. ANTARA FOTO/ Reno Esnir

    TEMPO.CO, Bandung - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut bekas kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen dengan hukuman penjara 9 tahun. Bekas Kalapas Sukamiskin ini dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima suap berupa uang dan barang dari narapidana Lapas Sukamiskin.

    Baca: Berikut Barter Suap Kalapas Sukamiskin dan Napi Korupsi

    “Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan cara menerima hadiah berupa sejumlah uang dan barang dari narapidana Lapas Sukamiskin,” ujar jaksa KPK, Kresno Adi Wibowo, saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu, 6 Maret 2019.

    Pada uraian tuntutan yang dibacakan jaksa, Wahid disebut telah terbukti menerima sejumlah barang dan uang dari tiga narapidana Lapas Sukamiskin. Tiga napi tersebut ialah Fuad Amin, Fahmi Darmawansyah, dan Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Ketiganya memberikan suap untuk mendapatkan keistimewaan saat menjalani masa hukuman di lapas khusus koruptor tersebut.

    “Terdakwa sebagai Kepala Lapas membiarkan mereka mendapatkan fasilitas istimewa dalam lapas,” ucap jaksa.

    Jaksa menjelaskan, selama menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin, Wahid menerima uang dari Fahmi Darmawansyah sebesar Rp 39 juta. Selain itu Wahid pun menerima satu unit mobil Mitsubishi Triton, sepasang sepatu dan tas merek Louis Vuiton.

    Sedangkan, dari narapidana Tubagus Chaeri Wardana, Wahid menerima uang sebesar Rp 69 juta. Selain itu, ia menerima uang sebesar Rp 100 juta dari narapidana Fuad Amin.

    Baca: Kisah Suap Kalapas Sukamiskin dari Eks Bupati Bangkalan Fuad Amin

    “Hadiah yang diberikan pada terdakwa seharusnya sudah diketahui karena terkait sesuatu, terutama terkait fasilitas istimewa di dalam lapas. Termasuk penyalahgunaan pemberian izin keluar dari Lapas Sukamiskin yang bertentangan dengan kewajiban Wahid Husen selaku Kepala Lapas,” ujar jaksa KPK.

    Wahid dituntut dengan dakwaan primair Pasal 12 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 65 ayat 1 KUH Pidana.

    Jaksa memberatkan tuntutan bagi Wahid lantaran, jabatannya sebagai Kepala Lapas yang merupakan penegak hukum tidak mendukung upaya pemberantasan korupsi. Namun, Wahid mendapatkan pertimbangan meringankan dari jaksa lantaran, ia belum pernah dihukum, menjalani persidangan dengan kooperatif dan mengakui kesalahannya. “Terdakwa juga masih memilki tanggungan,” kata jaksa.

    Baca: Suap Mobil untuk Kalapas Sukamiskin, Inneke: Saya Tak Tahu Hukum

    Sementara itu, Eks Kalapas Sukamiskin tersebut beserta kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaan atau pleidoi atas tuntutan jaksa. Pekan depan, Wahid akan membacakan pleidoi tersebut di persidangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.