Jaksa KPK Tuntut Advokat Lucas 12 Tahun Penjara

Reporter

Terdakwa kasus perintangan penyidikan perkara korupsi, Lucas (kiri) mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis 31 Januari 2019. ANTARA FOTO/Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa Lucas, pengacara terdakwa mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro, dengan hukuman 12 tahun penjara dalam perkara dugaan perintangan penyidikan. Lucas juga dituntut harus membayar denda sebesar Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan.

"Menuntut terdakwa Lucas terbukti secara hukum dan sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata jaksa KPK Abdul Basir, saat membaca amar vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pada Rabu, 6 Maret 2019.

Baca: Novel Baswedan Sebut KPK Punya Rekaman Eddy Sindoro dan Lucas

Jaksa mendakwa Lucas bersama Dina Soraya menghalangi penyidikan terhadap Eddy Sindoro. Menurut jaksa KPK, Eddy sempat menghubungi Lucas menyatakan ingin pulang ke Indonesia pada Desember 2016. Namun, Lucas menyarankan Eddy tetap di luar negeri supaya terhindar dari KPK.

Atas saran itu, Eddy membuat paspor palsu. Pada 7 Agustus 2018, Eddy ditangkap otoritas Malaysia karena ketahuan memakai paspor palsu. Malaysia mendeportasi Eddy pada 29 Agustus 2018.

Baca:  Novel Baswedan akan Bersaksi dalam Sidang Lucas

Jaksa menyatakan Lucas tahu Eddy akan dideportasi. Dia lantas meminta Dina Soraya mengatur supaya Eddy Sindoro dapat pergi lagi ke luar negeri tanpa melalui imigrasi. Menurut KPK, Dina mengkoordinir rencana itu dibantu sejumlah pihak dari maskapai penerbangan, petugas bandara dan petugas imigrasi. Walhasil, setibanya di bandara Soekarno-Hatta, Eddy dapat langsung naik pesawat menuju Bangkok, Thailand.

Hal yang memberatkan, menurut jaksa, Lucas tidak mendukung upaya pemerintah memberantas korupsi, bertentangan dengan prinsip negara hukum, dan merusak citra penegak hukum karena profesinya sebagai pengacara. Tidak ada hal yang meringankan Lucas.

ANDITA RAHMA | M. ROSSENO AJI 






Profil Caroline Riady, Putri Konglomerat James Riady Pimpin Jaringan Siloam Hospital

22 hari lalu

Profil Caroline Riady, Putri Konglomerat James Riady Pimpin Jaringan Siloam Hospital

Caroline Riady, putri James Riady konglomerat perusahaan Lippo Group ini memimpin jaringan Siloam Hospital.


Komisaris Utama Baru Lippo Cikarang, Didik Junaedi Rachbini

6 Juni 2022

Komisaris Utama Baru Lippo Cikarang, Didik Junaedi Rachbini

PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) mengesahkan merombak dewan komisaris perseroan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).


Aset Sitaan BLBI di Lippo Karawaci Akan Diserahkan ke BUMN, Lewat Mekanisme Apa?

18 Maret 2022

Aset Sitaan BLBI di Lippo Karawaci Akan Diserahkan ke BUMN, Lewat Mekanisme Apa?

Pemerintah menyebutkan ada rencana menyerahkan aset negara, salah satunya dari aset sitaan dari Kasus BLBI di Lippo Karawaci ke BUMN.


Lippo Group Akan Jalankan Bisnis Hotel Hilton Terbesar di Asia Pasifik

26 Februari 2022

Lippo Group Akan Jalankan Bisnis Hotel Hilton Terbesar di Asia Pasifik

Lippo Group lewat OUE Ltd dan OUE Commercial REIT Management berencana mengoperasikan bisnis hotel Hilton Singapore Orchard.


Aplikasi Jual Beli Mobil Lucas Bisa Dinikmati di Mall

8 Februari 2022

Aplikasi Jual Beli Mobil Lucas Bisa Dinikmati di Mall

Aplikasi jual beli mobil, Lucas sudah bisa dinikmati di sejumlah mall wilayah Jakarta, Bekasi dan Tangerang.


Sudah Punya 41 Jaringan, John Riady: Siloam Akan Terus Bangun RS Baru

30 Desember 2021

Sudah Punya 41 Jaringan, John Riady: Siloam Akan Terus Bangun RS Baru

John Riady menyampaikan sejumlah kinerja dan rencana dari anak perusahaan, PT Siloam Internasional Hospitals Tbk (SILO).


Penjelasan Dompet Digital OVO soal OVO Finance yang Dicabut Izinnya oleh OJK

10 November 2021

Penjelasan Dompet Digital OVO soal OVO Finance yang Dicabut Izinnya oleh OJK

Perusahaan dompet digital OVO memastikan tak terkait dengan PT OVO Finance Indonesia yang baru saja izin usahanya dicabut oleh OJK.


Terlibat Kasus BLBI, Aset Tanah Lippo Group Senilai Rp 1,3 T Disita

27 Agustus 2021

Terlibat Kasus BLBI, Aset Tanah Lippo Group Senilai Rp 1,3 T Disita

Menteri Mahfud MD mengatakan salah satu aset debitur penerima BLBI adalah milik Lippo Group.


KPK Cegah Lucas ke Luar Negeri

19 April 2021

KPK Cegah Lucas ke Luar Negeri

KPK melayangkan surat permintaan pencegahan terhadap Lucas ke Direktorat Jenderal Imigrasi sejak 8 April 2021.


KPK Buka Penyidikan Baru untuk Eddy Sindoro di Kasus Nurhadi Eks Sekretaris MA

16 April 2021

KPK Buka Penyidikan Baru untuk Eddy Sindoro di Kasus Nurhadi Eks Sekretaris MA

KPK membuka penyidikan baru terkait dugaan pemberian suap, penerimaan gratifikasi, dan pencucian uang yang menyeret Eddy Sindoro