Andi Arief Ditangkap, Ngabalin: Saya Sembahyang untuk Doakan Dia

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, memberikan pernyataan tentang pidato kebangsaan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, di kantornya, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 15 Januari 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, memberikan pernyataan tentang pidato kebangsaan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, di kantornya, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 15 Januari 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta-Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, mengaku prihatin dengan penangkapan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief karena mengkonsumsi narkoba.

    Menurut Ngabalin dia telah mendoakan Andi agar bisa terbebas dari jerat narkoba. "Saya sembahyang dua rakaat, kemarin mendoakan dia. Demi Allah," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 5 Maret 2019.

    Baca: NasDem Bantah Caleg Livy Andriani Bersama Andi Arief

    Dalam doanya, kata Ngabalin, ia meminta pada Tuhan agar memberi kekuatan pada Andi dalam menghadapi kasusnya. Selain itu, ia berharap Tuhan mengakhiri kebiasaan kelam Andi yang mengkonsumsi narkoba.

    "Saya berdoa karena saya tahu dia. Dia pernah di sini (Istana), pernah duduki jabatan tinggi, dekat dengan bapak presiden (SBY)," ujarnya.

    Simak: Sandiaga Uno: Kita Berdoa yang Terbaik untuk Andi Arief

    Menurut Ngabalin ia juga berniat untuk menemui Andi usai peristiwa penangkapan ini terjadi. Namun ia mengatakan masih mencari waktu.

    Sebelumnya, kepolisian menangkap Andi Arief pada Ahad, 3 Maret 2019 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat. Setelah melakukan uji urine, polisi menyatakan Andi positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.