LSI Denny JA Sebut Pemilih Muslim Partai Demokrat Dukung Jokowi

Presiden Joko Widodo saat menyambut Perdana Menteri Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith di Istana Bogor, Jawa Barat, 12 Oktober 2017. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil sigi teranyar Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan pemilih muslim Partai Demokrat lebih dominan mendukung pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin dengan angka 61,2 persen. Angka ini meningkat tajam dari Januari sebesar 37,7 persen.

Baca: Survei LSI Denny JA: Jokowi 58,7 Persen, Prabowo 30,9 Persen

Sementara pemilih muslim Demokrat yang mendukung Prabowo Subianto- Sandiaga Uno hanya sebesar 36,7 persen. "Demokrat ini memang satu-satunya partai pendukung Prabowo yang pendukungnya justru lebih banyak mendukung Jokowi," kata peneliti senior LSI Ardian Sopa di kantornya pada Selasa, 5 Maret 2019.

Secara rinci, survei LSI mencatat dukungan pemilih muslim Partai Demokrat terhadap Jokowi, naik dari waktu ke waktu sejak penetapan paslon pada Agustus 2019. Pada Agustus, pemilih muslim Demokrat yang mendukung Jokowi sebesar 36,4 persen, kemudian September menjadi 31,6 persen, Oktober naik lagi menjadi 45,7 persen. Pada November turun drastis menjadi 23,4 persen, kemudian Desember naik lagi menjadi 27,8 persen. Selanjutnya, Januari menjadi 37,7 persen dan Februari naik drastis menjadi 61,2 persen.

Tonton video LSI: jika golput tinggi, kemungkinan Jokowi bisa kalah

Adapun partai pendukung Prabowo lainnya, Gerindra sebesar 86,2 persen pemilihnya solid mendukung Prabowo, sementara yang mendukung Jokowi hanya 13,1 persen. Untuk Partai Amanat Nasional (PAN) 77,8 pemilihnya solid mendukung Prabowo, sementara yang mendukung Jokowi hanya 18,5 persen. Untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS), 86,4 pemilihnya solid mendukung Prabowo, sementara yang mendukung Jokowi hanya 11,4 persen.

Secara keseluruhan, Jokowi unggul dengan 55,7 persen di segmen pemilih muslim. Sementara Prabowo hanya mendapat suara 33,6 persen. "Basis pemilih muslim ini sebesar 87,8 persen, mereka yang menguasai pemilih muslim akan memenangkan pilpres ini," ujar Ardian.

Simak juga: LSI Denny JA: Elektabilitas Jauh, Jokowi Menang Pilpres 2019

Hasil sigi teranyar LSI Denny JA ini dilakukan pada tanggal 18 - 25 Februari 2019, dengan menggunakan 1200 responden. Survei dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2,8 persen. Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei.






Bantuan Indonesia untuk Korban Banjir dan Longsor Tiba di Pakistan

5 jam lalu

Bantuan Indonesia untuk Korban Banjir dan Longsor Tiba di Pakistan

Bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia untuk korban banjir di Provinsi Sindh telah tiba di Karachi, Pakistan


Luhut Sebut Jokowi Minta Pengadaan Mobil Listrik untuk Pejabat Dianggarkan di APBN

8 jam lalu

Luhut Sebut Jokowi Minta Pengadaan Mobil Listrik untuk Pejabat Dianggarkan di APBN

Luhut menuturkan saat ini pemerintah sedang menyusun perencanaan pengadaan mobil listrik.


Peluang Duet Puan - Cak Imin, PKB: Harus Ngobrol Lagi dengan Prabowo

8 jam lalu

Peluang Duet Puan - Cak Imin, PKB: Harus Ngobrol Lagi dengan Prabowo

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menyebut maksud Cak Imin mendoakan Puan untuk membesarkan hati Ketua DPP PDIP tersebut.


Luhut Bicara Mobil Listrik untuk Pejabat: Saya Sudah Pakai

8 jam lalu

Luhut Bicara Mobil Listrik untuk Pejabat: Saya Sudah Pakai

Luhut juga mengaku sudah memiliki mobil listrik.


Lukas Enembe Tak Hadiri Pemeriksaan KPK, KSP: Ironi

8 jam lalu

Lukas Enembe Tak Hadiri Pemeriksaan KPK, KSP: Ironi

Jaleswari menyebut absennya Lukas Enembe dalam panggilan KPK itu sebagai ironi. Sebab, seharusnya pejabat sekelas dia dapat memberikan contoh.


Rachmat Gobel: Cadangan Aspal Buton Cukup untuk Swasembada Hingga 125 Tahun

8 jam lalu

Rachmat Gobel: Cadangan Aspal Buton Cukup untuk Swasembada Hingga 125 Tahun

"Kita sudah dianugerahi kekayaan alam aspal tapi malah disia-siakan," ujar Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel.


8 Hari Setelah PPP Copot Suharso Monoarfa, Jokowi Menunjuknya Jadi Koordinator SDGs 2024

8 jam lalu

8 Hari Setelah PPP Copot Suharso Monoarfa, Jokowi Menunjuknya Jadi Koordinator SDGs 2024

Setelah dicopot dari jabatan ketua umum PPP, Suharso Monoarfa ditunjuk Jokowi sebagai Koordinator SDGs 2024.


Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

10 jam lalu

Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

PKB menyebut mandat muktamar partai itu adalah mengusung Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai capres 2024.


Muhadjir Diperintah Jokowi: Terjun ke Provinsi Sindh, Lokasi Terparah Banjir Pakistan

10 jam lalu

Muhadjir Diperintah Jokowi: Terjun ke Provinsi Sindh, Lokasi Terparah Banjir Pakistan

Muhadjir diminta Jokowi mewakili pemerintah Indonesia menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di Pakistan.


Terkini Bisnis: RI di Tengah Ancaman Resesi Global, Jokowi Kesal Soal Impor Aspal

11 jam lalu

Terkini Bisnis: RI di Tengah Ancaman Resesi Global, Jokowi Kesal Soal Impor Aspal

Berita terkini hingga petang ini dimulai dari dampak yang dirasakan Indonesia akibat resesi global yang diproyeksikan terjadi tahun depan.