Kubu Jokowi Dekat Abdul Somad, BPN Prabowo: Sudah Terlambat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiah saat peringatan 14 tahun tsunami Aceh, di Masjid Tengku Mahraja Gurah, kecamatan Peukan Pada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu, 26 Desember 2018. Bencana gempa bumi dan tsunami Aceh terjadi pada Ahad, 26 Desember 2018. ANTARA/Ampelsa

    Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiah saat peringatan 14 tahun tsunami Aceh, di Masjid Tengku Mahraja Gurah, kecamatan Peukan Pada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu, 26 Desember 2018. Bencana gempa bumi dan tsunami Aceh terjadi pada Ahad, 26 Desember 2018. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menganggap upaya Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin melokalisir mubalig Abdul Somad sudah terlambat.

    Baca juga: Taktik Tim Jokowi Tarik Abdul Somad ke Tengah Dinilai Tak Efektif

    Juru bicara BPN, Dian Fatwa, mengatakan langkah tersebut tak akan mempengaruhi suara Prabowo - Sandiaga. "Kalau dilakukan dari awal, tidak melakukan kriminalisasi ulama, tentu mungkin akan berbeda," kata Dian kepada Tempo, Senin, 4 Maret 2019.

    Dian menuturkan masyarakat sudah cerdas dalam melihat apa yang telah dilakukan rezim Jokowi kepada ulama. Dian mengatakan upaya pendekatan itu hanya kepanikan kubu Jokowi. Dia juga optimis hal tersebut tak akan menggerus dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga.

    Seperti diberitakan Majalah Tempo edisi 4 Maret 2019, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy mendekati mubalig Abdul Somad melalui kadernya yang asal Riau, Rusli Effendi. Setidaknya jika tak mendukung Jokowi, Rommy meminta Somad tidak menunjukkan keberpihakannya kepada Prabowo Subianto di pemilihan presiden 2019 ini.

    Romahurmuziy mengatakan dirinya juga mengajak dai Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym ke “tengah”. Tahun lalu, ia menemui Gymnastiar, yang juga pernah direkomendasikan oleh ulama pendukung Prabowo sebagai calon wakil presiden, dan menanyakan pandangannya soal pemerintahan Jokowi. Belakangan, kata Romahurmuziy, “Saya lihat postingan Aa Gym sudah tidak berbicara soal pasangan nomor urut 01 atau 02 lagi.”

    Menurut politikus Partai Amanat Nasional ini, kubu Jokowi justru menunjukkan bahwa mereka memainkan politik identitas dengan berbagai manuver terkait ulama, dimulai dengan penunjukan Ma'ruf Amin sebagai cawapres.

    Simak juga: Taktik Ketua Umum PPP Lobi Abdul Somad Agar Tak ke Prabowo

    Sedangkan, kata Dian, kubunya akan tetap fokus dengan isu ekonomi. "Mereka (kubu Jokowi) alpa bahwa persoalan yang saat ini terjadi adalah harga pangan, lapangan kerja. Karena itu program Prabowo - Sandiaga adalah program-program yang berkaitan dengan ini," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.