Satgas Tinombala Tangkap Seorang Terduga Teroris Kelompok MIT

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Tinombala menangkap Aditya yang ditengarai sebagai anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur. Dia ditangkap dalam baku tembak antara Satgas Tinombala dan kelompok MIT di Desa Padopi, Poso, Sulawesi Tengah, Ahad, 3 Maret 2019.

    "Tertangkap hidup, atas nama Aditya asal Maluku, Ambon," kata Asisten Kapolri bidang Operasi Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi, di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 4 Maret 2019.

    Baca: Penyandang Dana ISIS Ditangkap, Pengamat: Masih Banyak Celah

    Penangkapan Aditya berawal dari laporan masyarakat kepada Satgas Tinombala tentang adanya lima anggota MIT yang tengah beristirahat di sebuah pondok milik warga. Tim Satgas Tinombala yang dipimpin Mayor Infanteri Aryudha kemudian menuju pondok itu hingga terjadi baku tembak sekitar pukul 17.15.

    Seusai baku tembak, tim menemukan seorang anggota MIT bernama Romzi alias Basir tewas. Rudy mengatakan Romzi adalah anggota MIT asal Bima, NTB yang menjadi buronan sejak 2012.

    Baca: Hari Kuncoro Berperan Menampung Dana Teroris Abu Walid

    Selain menembak tersangka teroris Romzi, menangkap Aditya hidup-hidup, Satgas Tinombala juga menemukan sepucuk senjata laras panjang M-16.

    Satgas Tinombala masih memeriksa Aditya. "Sampai hari ini masih diperiksa," kata Rudy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.