Jokowi Minta Siswa SMA Taruna Nusantara Lawan Hoaks di Medsos

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggunakan sarung songket Donggala saat menghadiri Festival Sarung Indonesia 2019 di Gelora Bung Karno, Jakarta, 3 Maret 2019. TEMPO/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggunakan sarung songket Donggala saat menghadiri Festival Sarung Indonesia 2019 di Gelora Bung Karno, Jakarta, 3 Maret 2019. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para pelajar sekolah memerangi hoaks yang beredar di media sosial menjelang pemilihan umum 2019. Para siswa harus berani meluruskan, berani merespon kabar fitnah, hoaks, yang bertebaran.

    Yang benar katakan benar, yang salah katakan salah, jangan dibalik-balik," kata dia saat menerima kunjungan siswa SMA Taruna Nusantara di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 4 Maret 2019.

    Baca: Survei Roy Morgan: Jokowi Akan Hadapi Pemilihan Ulang yang Mudah

    Jokowi menjelaskan Indonesia adalah negara besar dengan 269 juta penduduk, 714 suku, dan lebih dari 1.100 bahasa. Besarnya perbedaan itu, kata dia, merupakan hukum Allah atau sunatullah. Ia pun mewanti-wanti agar tetap menjaga kerukunan terutama di tahun politik.

    "Jangan sampai karena perbedaan ini kita seperti tidak menjadi saudara. Ini biasanya dimulai karena urusan politik," ujarnya.

    Baca: Survei Roy Morgan: Jokowi Unggul di Kalangan Milenial

    Jokowi berujar jangan sampai urusan politik memecah belah masyarakat. Ia menyebut modal dan aset terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan di antara anak bangsa.

    "Sangat rugi besar gara-gara urusan politik antara teman gak saling ngomong. Jangan… jangan…” Pemilu, kata Jokowi harus dimanfaatkan sebagai cara pendewasaan politik. “Pematangan politik kita, bagaimana memilih pemimpin."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.