Hadiri Deklarasi Geunting, KSP: Jokowi Serius Tangani Stunting

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempergunakan Sistem Diklat Berjenjang sebagai sarana penanganan stunting pada anak usia dini

    Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempergunakan Sistem Diklat Berjenjang sebagai sarana penanganan stunting pada anak usia dini

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Brian Sriprahastuti mengatakan Presiden Joko Widodo alias Jokowi serius dalam menangani kasus stunting yang terjadi di Indonesia, termasuk di Aceh. Menurut dia, hal itu tercermin dari sikap Jokowi yang menekankan pencegahan stunting sebagai prioritas nasional.

    Baca: Jokowi Menilai Angka Stunting di Indonesia Masih Tinggi

    "Keberanian Presiden Jokowi untuk mengakui bahwa stunting merupakan persoalan serius bangsa ini merupakan sikap yang luar biasa," ujar Brian saat menghadiri deklarasi Gerakan Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting (Geunting) di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Ahad, 3 Maret 2019.

    Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal kelahiran, biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

    Menurut Brian, pemerintahan Jokowi gencar mengkampanyekan gerakan pencegahan dan penanganan karena saat ini prevalensi stunting bayi berusia di bawah lima tahun mencapai 30,8 persen tahun 2018. Angka ini, kata dia, berada di atas ambang yang ditetapkan World Health Organization (WHO) sebesar 20 persen.

    "Menjadi perhatian juga karena prevalensi stunting balita Indonesia ini terbesar kedua di kawasan Asia Tenggara, di bawah Laos," katanya.

    Baca juga: Deteksi Dini Stunting, Pantau Berat Badan Anak hingga 2 Tahun

    Brian mengatakan stunting memang disebabkan oleh beberapa faktor. Hal ini, kata dia, membuat penyelesaian kasus stunting ini juga harus dilakukan secara multisektor. "Di sinilah komitmen pemimpin negara harus kuat, yang selanjutnya diteruskan di level pemimpin daerah hingga kabupaten dan kota," ucapnya.

    Brian menuturkan kampanye stunting seperti ini tidak akan berjalan jika pemimpin tidak menunjukkan komitmen serta menjalankannya dengan baik. Sebab, kata dia, peran pemimpin dari pusat seperti Presiden Jokowi hingga daerah sangat penting.

    Menurut Brian, pemerintah pusat tak akan mampu mengatasi persoalan stunting sendirian. Pemerintah butuh kerja sama dengan pemda setempat dalam mencegah dan menangani stunting. "Pemerintah daerah juga harus punya komitmen untuk memobilisasi sumber dana dan sumber dayanya dalam kampanye cegah stunting," tuturnya.

    Baca: Masalah Sanitasi Berkaitan dengan Stunting, Simak Dampaknya

    Untuk wilayah Aceh, menurut Brian, pemerintah setempat sudah mampu menurunkan prevalensi stunting dari 41,5 persen di 2013 menjadi 37,3 persen pada 2018. Pemerintah Provinsi Aceh, kata dia, telah menyelamatkan 18 ribu balita dari stunting. "Meski demikian, Aceh tetap harus bekerja keras karena berada di peringkat ketiga prevalensi stunting tertinggi di Indonesia di bawah Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Barat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.