Harap-harap Cemas Nasib Partai Islam di Pemilu 2019

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (kedua kanan) didampingi Sekjen Arsul Sani (kanan) menghadiri acara pembukaan Rapimnas IV dan Workshop Nasional PPP di Jakarta, Selasa 26 Februari 2019. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (kedua kanan) didampingi Sekjen Arsul Sani (kanan) menghadiri acara pembukaan Rapimnas IV dan Workshop Nasional PPP di Jakarta, Selasa 26 Februari 2019. ANTARA FOTO/Reno Esnir

     
    Menanggapi survei yang menyebut PPP berpotensi tergelincir, Baidowi menilai partainya selalu terpotret tidak lolos parlemen dan di bawah angka parliamentary threshold. Ia menduga, hal itu terjadi karena konsituen PPP tidak terpotret lembaga survei tersebut. "Banyak konsituen PPP tinggal di pedesaan, pedalaman. Jadi, setiap hasil survei selalu PPP tidak lolos parliamentary threshold, tapi ternyata bisa lolos ke parlemen sampai sembilan sekali," ucapnya.
     
    Pada pemilu tahun ini, PPP menargetkan perolehan suara minimal 39 kursi, jumlah yang sama pada Pemilu 2014. PPP, kata Baidowi, mencanangkan trilogi pemenangan untuk bisa aman dan memperoleh maksimal, yaitu mempertahankan suara pada 2014, mengambil kembali 20 kursi yang hilang pada Pemilu 2009. Terakhir, PPP membidik pemilih baru.
     
     
    Adapun caleg PKS, Pipin Sopian, optimistis bisa bersaing dengan caleg dari partai nasional dengan mengusung 3 isu utama. Ia menawarkan tiga janji kepada konsituennya berupa penghapusan pajak sepeda motor, memberlakukan SIM seumur hidup, dan membuat UU perlindungan ulama dan simbol agama.
     
    Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (tengah), Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif (kedua kiri), Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno (kedua kanan), Ketua DPP PAN Yandri Susanto (kanan), dan Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak (kiri) berfoto bersama saat deklarasi dukungan PA 212 kepada Partai Amanat Nasional (PAN) di Pemilu 2019 di Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019. Dukungan tersebut bertujuan untuk menguatkan partai berbasis islam dan muslim di Pemilu 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis
     
    "Dua program pertama menyasar ke muslim, perlindungan ulama dan simbol agama juga menyasar para pemilih muslim yang ingin ulama dilindungi, tidak dikriminalisasi," kata Pipin.
     
    Menurut dia, dengan mengutamakan tiga isu tersebut, PKS menargetkan bisa memperoleh 70 kursi di Pemilu 2019 atau bertambah 30 kursi dari perolehan di Pileg 2014. Selain itu, dari perhitungannya, PKS akan mendapatkan perolehan suara 2 hingga 3 kali dari hasil survei.
     
    Ia mengatakan, survei terhadap PKS di pemilu 2009 dan 2014 selalu menyatakan di bawah 3 persen. Namun, hasil pemilu menunjukkan perolehan suara 6-8 persen karena ada kerja keras dari para simpatisan. Selain itu, jika menggunakan metode penentuan elektabilitas dengan simulasi, Pipin mengatakan PKS mendapatkan tambahan suara dari para undecided voters.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.