AHY Sebut Demokrasi Era Jokowi Memburuk, TKN Menilai Sebaliknya

Reporter

Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni menunjukkan sejumlah indikator penilaian seleksi bakal calon legislatif dari PSI, di kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Ahad, 5 November 2017. TEMPO/Putri.

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin menampik tudingan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut demokrasi di era Jokowi semakin memburuk. Mereka justru menilai sebaliknya.

Baca: AHY Mengklaim Demokrasi Matang Semasa SBY, dan Mundur Saat Ini

TKN menilai demokrasi semakin terbuka sejak kepemimpinan Jokowi pada 2014 silam. "Semua orang bebas berbicara dan berkumpul. Lihat, Pak Jokowi difitnah, dihina. Itu tak akan terjadi kalau negara kita tak demokratis," kata Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 2 Maret 2019.

Sebelumnya, AHY yang ditunjuk menjadi Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat, menyebut situasi politik dan demokrasi Indonesia yang susah payah dibangun sejak 1998 kini malah mengalami kemunduran. Menurut dia, pesta demokrasi yang saat ini sedang berlangsung, justru malah dijadikan ajang memaksakan keyakinan dan pilihan politik oleh pihak-pihak tertentu.

Raja Juli menambahkan, saat ini polarisasi antara pendukung dan non-pendukung Jokowi semakin mengerucut. Apalagi, sejak pemilihan presiden 2014 hingga pilpres 2019, hanya ada dua calon presiden yang bersaing, yakni Jokowi dan Prabowo Subianto.

Baca: Jokowi Akui Elektabilitas Turun 8 Persen, TKN: Gempur Jawa Barat

"Wajar saja, soalnya sejak 2014 calonnya cuma dua. Polarisari lebih terasa saja. Kalau calonnya tiga sampai empat, pasti lain jadinya," kata Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia itu.

Dalam pidato politiknya, AHY mengatakan perbedaan pilihan politik ini semakin parah dan memecah masyarakat hingga ke tingkat paling bawah. Misalnya, kata dia, pertengkaran di grup Whatsapp atau layanan pesan lainnya.

Keberadaan grup Whatsapp yang semula bertujuan untuk komunikasi dan silaturahmi, kata AHY, malah menjadi ruang debat kusir untuk membela pandangan subjektifnya dengan membabi buta. Akibatnya, mereka tak mau lagi mendengar dan melihat secara jernih dan obyektif.

Baca: Memberi Aba-aba Jalan Sehat di Kendari, Jokowi Tak Sebut Angka 2

Hal ini diungkapkan AHY dalam pidato politiknya, yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat malam, 1 Maret 2019. AHY menilai meruaknya fanatisme yang berlebihan menjadi contoh nyata buruknya demokrasi saat ini. Hal ini, menurut dia, justru kontra-produktif dengan tujuan memajukan bangsa dan negara itu sendiri.

BUDIARTI UTAMI






Anies Baswedan Dinilai Masih Bikin Keputusan Strategis, PDIP Desak Jokowi Segera Tunjuk Pj Gubernur DKI

2 jam lalu

Anies Baswedan Dinilai Masih Bikin Keputusan Strategis, PDIP Desak Jokowi Segera Tunjuk Pj Gubernur DKI

Politikus PDIP mendesak Presiden Jokowi segera menunjuk Penjabat Gubernur DKI. Anies Baswedan masih bikin keputusan strategis jelang akhir jabatan.


Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

11 jam lalu

Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

Cak Imin mendorong agar model-model konflik di masyarakat yang sempat terjadi pada Pemilu 2019 silam tak terulang lagi.


Bakrie Group Gelar Kompetisi Startup Nasional, Besok Masuk ke Babak Final

14 jam lalu

Bakrie Group Gelar Kompetisi Startup Nasional, Besok Masuk ke Babak Final

Bakrie Group mengadakan kompetisi I-Start sebagai wadah bagi anak muda dalam mengembangkan startup


Jokowi Klaim Penyaluran BLT BBM Sudah Capai 96,6 Persen

17 jam lalu

Jokowi Klaim Penyaluran BLT BBM Sudah Capai 96,6 Persen

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, untuk BLT BBM sampai hari ini sudah 96,6 persen, sudah di 508 kabupaten dan kota.


Genap Berusia 75 Tahun, Ini Jejak Karier Luhut Binsar Pandjaitan di Militer, Politik dan Bisnis

17 jam lalu

Genap Berusia 75 Tahun, Ini Jejak Karier Luhut Binsar Pandjaitan di Militer, Politik dan Bisnis

Hari ini 28 September 2022, Luhut Binsar Pandjaitan genap berusia 75 tahun. Berikut jejak karier Menkomarinves ini di militer, politik, dan bisnis.


Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

18 jam lalu

Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyerahkan soal gugatan Sekber Prabowo-Jokowi kepada keputusan Mahkamah Konstitusi.


Jokowi Minta Penyaluran BSU Dipercepat: Saya Pantau, tapi Tidak Semua

18 jam lalu

Jokowi Minta Penyaluran BSU Dipercepat: Saya Pantau, tapi Tidak Semua

Jokowi mengatakan percepatan penyaluran BSU perlu dilakukan di daerahh-daerah yang jauh dari Ibu Kota.


Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

20 jam lalu

Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

Sekber mengajukan gugatan judicial review atas Pasal 169 huruf n UU Pemilu untuk merealisasikan agar Prabowo-Jokowi bisa maju Pilpres 2024


Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

21 jam lalu

Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

Kaesang Pangarep menceritakan pertemuannya dengan investor kawakan Lo Kheng Hong sebelum pandemi Covid-19 merebak yakni sekitar tahun 2019.


Momen Jokowi Dimarahi Siswa SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Rombongan

21 jam lalu

Momen Jokowi Dimarahi Siswa SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Rombongan

Presiden Jokowi dimarahi oleh siswa SMA di Buton Selatan bernama Sabrila. Penyebabnya, Sabrila kesal lantaran ponselnya rusak saat mengejar rombongan