Wakapolri Sebut Dampak Hoaks Tak Hanya Ribut di Medsos

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolri Komisaris Jenderal Ari Dono menemui korban kecelakaan pesawat Lion Air JT Lion Air 610, di RS Polri Jakarta Timur, Selasa 30 Oktober 2018. TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    Wakapolri Komisaris Jenderal Ari Dono menemui korban kecelakaan pesawat Lion Air JT Lion Air 610, di RS Polri Jakarta Timur, Selasa 30 Oktober 2018. TEMPO-TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengatakan dampak kabar bohong atau hoaks tidak hanya ribut di media sosial. Menurut dia, dampaknya juga terasa di dunia nyata.

    Baca: Rudiantara Sebut Jumlah Konten Hoaks Naik Melonjak 10 Kali Lipat

    “Yang tadinya hanya ribut di medsos, sudah bergeser sekarang ke dunia nyata. Ini yang harus kita cegah,” ujar Ari Dono di Hotel Bidakara, dalam acara diskusi Interaktif Nasional dan Deklarasi Pemilu Damai Tanpa Hoaks, Tanpa Ujaran Kebencian, Tanpa Isu Sara, bersama Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri, Sabtu, 2 Maret 2019.

    Menurut Ari Dono, fenomena hoaks yang terjadi membuat Pemilu 2019 ini berbeda dengan pemilu sebelumnya. Kata dia, fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga di beberapa negara lain.

    Untuk itu, ia mengimau kepada masyarakat agar mengambil sikap terhadap berita bohong yang tersebar. Ia menyebutkan langkah-langkah sederhana bisa dilakukan untuk pencegahan, yaitu tidak sembarangan menyebarkan kabar-kabar yang belum terkonfirmasi.

    Baca juga: Melawan Kabar Hoaks, Warganet Diajak Isi Konten Positif

    “Dalam kontestasi politik ini tidak mungkin kita bisa hindari hoaks. Kami (Polri) akan tangkap-tangkap terus (pembuat hoaks). Pencegahan informasi bisa juga dengan tidak sembarang share. Ini yang harus kita jaga,” tuturnya.

    Sementara itu, Ketua Umum KBPP Polri Bimo Suryono mengatakan pihaknya menggelar diskusi ini agar Pemilu 2019 pada 17 April mendatang berlangsung damai, tidak mengandung kebencian, dan hoaks. Ia mengingatkan pemilu merupakan ajang memilih pemimpin dan bukan merupakan akhir segalanya.

    Baca: Ma'ruf Amin di Karawang, Cegah Hoaks Jokowi Menang Azan Dilarang

    “Ini pesta demokrasi sekali lagi, si A atau si B putra terbaik bangsa semuanya, tapi yang kita jaga adalah persatuan dan kesatuan NKRI,” kata Bimo, Sabtu, 2 Maret 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?