Bagi Sertifikat Tanah di Kendari, Jokowi: Boleh Disekolahkan Tapi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menyapa warga dalam acara panen raya jagung di Gorontalo, Jumat 1 Maret 2019. Selain memanen, Presiden juga memberikan bantuan kepada petani. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Joko Widodo menyapa warga dalam acara panen raya jagung di Gorontalo, Jumat 1 Maret 2019. Selain memanen, Presiden juga memberikan bantuan kepada petani. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Kendari - Presiden Joko Widodo atau Jokowi membagikan sertifikat tanah untuk ribuan masyarakat di Gelanggang Olah Raga atau GOR Bahteramas di Jalan Saosao Kota Kendari pada Sabtu, 2 Maret 2019. Di sini, Jokowi membagikan 2.010 sertifikat kepada masyarakat Sulawesi Tenggara.

    Baca: Jadi Lokasi Blusukan Jokowi, Pasar Gorontalo Tampil Lebih Bersih

    Di hadapan masyarakat, Jokowi mengatakan program sertifikat tanah itu penting dan memiliki manfaat besar sebagai tanda bukti sah hak atas tanah. “Di banyak daerah seperti Sumatera, Aceh, Kalimantan, Papua, Sulawesi, saya menemukan selalu ada konflik dan sengketa lahan," kata Jokowi. "Hal ini mendasari saya gencar dengan program sertifikat tanah." 

    Jokowi memberikan gambaran zaman dulu hanya 500 ribu bidang tanah yang bisa disertifikat dalam setahun. Artinya, seorang masyarakat perlu waktu kira-kira 160 tahun agar tanahnya bisa disertifikat.

    "Siapa yang mau menunggu 160 tahun? Ayo maju sini, saya kasih sepeda gratis," kata Jokowi yang disahuti dengan teriakan ribuan warga penerima sertifikat. Jokowi mengatakan sejak 2016, ia mempercepat proses pengurusan sertifkat. Di tahun 2019, dia menargetkan 9 juta bidang bisa tersertifikat.

    Jokowi meminta kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan sertifikat. "Tidak masalah “disekolahkan” tapi harus bijak, harus dipakai untuk modalnya untuk usaha, kerja atau investasi. Jangan untuk konsumtif,” kata dia.

    Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang Himawan Arief Sugoto mengatakan ada sekitar 1.822.500 bidang tanah di Sulawesi Tenggara. Dari angka itu baru 907.319 bidang yang memiliki tersertifikat. “Kami menargetkan untuk Sultra dan kota Kendari seluruh bidang tanah tahun 2025 bisa tersertifikat,” kata dia.

    Simak juga: Jokowi Belanja Kaos Diskon di Mal Kendari

    Sementara itu, Nurbakti Prabawa Istamin, salah satu penerima sertifikat mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian sertifikat tanah dari Presiden Jokowi. "Ini gratis, kami terima. Tentu sangat senang karena kami sangat terbantu, utamanya kalau yang mau buat usaha itu bisa mengajukan pinjaman ke bank dengan sertifikat tanah ini," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.