Tim Jokowi Sebut Usul NU Hapus Istilah Kafir Bisa Hindari Konflik

Reporter

Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi resmi mengumumkan nama Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) di Posko Cemara, Jakarta, Jumat, 7 September 2018. TEMPO/Dewi Nurita

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf menyebut usulan Munas Alim Nahdatul Ulama (NU) untuk menghapus istilah kafir bagi nonmuslim bisa menurunkan tensi politik menjelang pemilihan presiden atau pilpres 2019. Sebab, belakangan banyak istilah kafir-mengkafirkan.

Baca: NU Usul Sebutan Kafir ke Nonmuslim Indonesia Dihapus

"Keputusan NU ini sangat maju untuk menghindari konflik kelompok dalam negara. Kan sebenarnya tidak ada warga kelas dua, apa pun agamanya, semuanya sama. Tidak ada diskriminsi," ujar Direktur TKN Jokowi-Ma'ruf, Maman Imanulhaq di Posko Cemara, Jakarta pada Sabtu, 2 Maret 2019.

Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU) ini sepakat tidak ada istilah kafir bagi orang yang tidak beragama Islam. "Kalau mengacu Alquran, kafir itu merupakan istilah bagi orang beragama tapi tidak mengamalkan agamanya, seperti pelaku korupsi atau yang punya lahan tapi enggak dibagi-bagi," ujar dia.

Baca: Kata Ma'ruf Amin Soal Usul NU Menghapus Istilah Kafir

Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin juga setuju akan rekomendasi hasil pembahasan Bahtsul Masail Maudluiyah Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) itu. "Ya ini supaya kita menjaga keutuhan. Sehingga tidak menggunakan kata-kata yang seperti menjauhkan, diskriminasi," ujar Ma'ruf lewat keterangan tertulis pada Sabtu, 2 Maret 2019.






Gereja Bethesda Bantu Nahdliyin saat Harlah 1 Abad NU

4 jam lalu

Gereja Bethesda Bantu Nahdliyin saat Harlah 1 Abad NU

Nahdliyin yang menginap berasal dari sejumlah daerah. Menginap untuk hadir di Harlah 1 abad NU.


Hadiri Peringatan Satu Abad NU, AHY: Ormas Islam yang Moderat dan Toleran

7 jam lalu

Hadiri Peringatan Satu Abad NU, AHY: Ormas Islam yang Moderat dan Toleran

Ketua Umum Partai Demokrat AHY menilai moderatisme keislaman NU menghadirkan model relasi agama dan negara yang lebih dialogis dan dinamis.


NU dan Muhammadiyah Kompak, PAN: Oase di Tengah Istilah Cebong-Kadrun

15 jam lalu

NU dan Muhammadiyah Kompak, PAN: Oase di Tengah Istilah Cebong-Kadrun

Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama di Sidoarjo menunjukkan kekompakan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah.


NU Cabang Tiongkok Luncurkan Buku, Tekankan Pentingnya Santri Belajar ke Cina

15 jam lalu

NU Cabang Tiongkok Luncurkan Buku, Tekankan Pentingnya Santri Belajar ke Cina

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok meluncurkan buku bertajuk "Santri Indonesia di Tiongkok"


Erick Thohir: Luar Biasa, Pertama Kali Banser Boleh Naik Pesawat Kepresidenan

15 jam lalu

Erick Thohir: Luar Biasa, Pertama Kali Banser Boleh Naik Pesawat Kepresidenan

Menteri BUMN Erick Thohir merupakan anggota kehormatan organisasi sayap NU, Barisan Ansor Serbaguna (Banser)


Fakta-fakta Seputar Peringatan Satu Abad NU, Apa Saja?

19 jam lalu

Fakta-fakta Seputar Peringatan Satu Abad NU, Apa Saja?

Tempo merangkum fakta-fakta seputar peringatan Satu Abad NU, baik sebelum maupun ketika acara. Apa saja?


Setelah Menantu Gus Dur, Kini Wakil Sekretaris PWNU DKI Jadi Kader PSI

19 jam lalu

Setelah Menantu Gus Dur, Kini Wakil Sekretaris PWNU DKI Jadi Kader PSI

Wakil Sekretaris PWNU DKI Jakarta Emka Farah Mumtaz bergabung dengan PSI. Dia menjabat Wakil Ketua DPW PSI DKI.


Inilah 30 Link Twibbon Harlah 1 Abad NU dan Cara Menggunakannya

21 jam lalu

Inilah 30 Link Twibbon Harlah 1 Abad NU dan Cara Menggunakannya

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memeriahkan acara puncak Harlah 1 Abad NU. Salah satunya dengan mengunggah twibbon bertema Harlah 1 Abad NU.


1 Abad NU: Inilah Daftar Lengkap Ketum PBNU sejak Berdiri hingga Sekarang

21 jam lalu

1 Abad NU: Inilah Daftar Lengkap Ketum PBNU sejak Berdiri hingga Sekarang

Di usinya yang ke-100 alias satu abad, PBNU tercatat telah melakukan pergantian ketua umum sebanyak 11 kali. Berikut daftarnya.


Jokowi Puji Nahdlatul Ulama yang Tetap Lawan Politik Identitas dan Radikalisme

1 hari lalu

Jokowi Puji Nahdlatul Ulama yang Tetap Lawan Politik Identitas dan Radikalisme

Jokowi juga mengatakan Nahdlatul Ulama memiliki banyak peran besar dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia.