Berikut Poin-poin Rekomendasi Konferensi Besar NU

Ketua Persatuan Ulama Suriah Syekh Taufiq Ramadhan Al-Buthi (kiri), dan Ulama Mesir Syekh Musthafa Zahran (kedua kanan) saat rapat pleno dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Banjar, Jawa Barat, 27 Februari 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) meminta seluruh warganya untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Umum 2019. Permintaan itu termasuk sebagai salah satu rekomendasi musyarawarah untuk lingkup internal dan eksternal organisasi bentukan Hasyim Asyari pada 1926 itu.

Baca: NU Usul Sebutan Kafir ke Nonmuslim Indonesia Dihapus

“Maksudnya anjuran agar warga NU untuk nyoblos, tidak golput. Orang NU punya hak pilih dan hendaknya hak pilih itu digunakan dengan baik,” kata Ketua Tim Perumus Rekomendasi Musyawarah Nasional, Masduki Baidlowi, kepada Tempo, Jumat, 1 Maret 2019.

Ia mengatakan warga NU perlu terlibat dan berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pemilu. Tidak hanya hadir ke tempat pemungutan suara, para ulama meminta nahdliyin tidak mengotori pemilu dengan politik uang, menangkal berita hoaks dan fitnah, serta menghindari konflik akibat perbedaan pilihan politik. Tujuannya adalah memastikan pemilu berjalan aman dan menghasilkan pemimpin yang terlegitimasi.

“Warga NU harus menjadi bagian dari gerakan tersebut,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu.

Baca: Munas Ulama NU Rekomendasikan Warga NU Tidak Golput

Tempo mendapatkan dokumen hasil rapat pleno Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat. Selain menganjurkan warga NU untuk menggunakan hak suaranya, sejumlah rekomendasi diberikan. Berikut poin-poin rekomendasi.

Tidak Menjadi Golongan Putih (Golput)

Terlibat dan berpartisipasi aktif dalam proses pemilihan umum, hadir ke tempat pemungutan suara untuk memilih calon presiden dan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat, serta tidak mengotori pemilu dengan politik uang, kabar bohong, dan konflik karena perbedaan politik.

Mengantisipasi Kabar Bohong

Meningkatkan literasi digital untuk mengantisipasi penyebaran kabar bohong.

Menghapus Sebutan Kafir kepada Non-muslim

Penyebutan kafir bagi warga non-muslim dihapus dengan pertimbangan dapat menyakiti orang yang tidak memeluk agama Islam dan dinilai ada unsur kekerasan teologis dalam sebutan ini.

Masjid sebagai Pusat Gerakan

Menjadikan masjid sebagai pusat gerakan dan mengadvokasi kasus benturan dan perebutan penguasaan masjid yang di antaranya dikelola warga NU.

Kampanye Islam Nusantara

Mendorong pemerintah lebih aktif mengkampanyekan Islam Nusantara untuk menyelesaikan konflik dan menjadikan isu ini sebagai posisi tawar Indonesia di dunia internasional.

Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Mendorong pemerintah lebih serius mengembangkan energi terbarukan karena penggunaannya baru sekitar 6,8 persen dari energi total yang dikelola.

Keadilan untuk Rakyat Papua

Mendorong pemerintah meningkatkan pembangunan dan afirmasi di Papua dan Papua Barat melalui pendekatan dialog dan mengevaluasi pelaksanaan otonomi khusus.

Produk Tembakau Alternatif

Mendorong pemerintah mengembangkan pusat riset untuk mendukung produk tembakau alternatif berisiko rendah.

Revolusi Industri 4.0

Mendorong pemerintah mempersiapkan lingkungan yang memungkinkan terwujudnya Industri 4.0 dengan landasan keadilan sosial.

SUMBER: REKOMENDASI KONFERENSI BESAR NAHDLATUL ULAMA






PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

6 hari lalu

PBNU Ungkap Alasan Undang Organisasi Hindu Sayap Kanan India ke Forum R20

Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan sedang dalam proses membangun dialog dengan pemerintah India dan organisasi Hindu RSS.


Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

9 hari lalu

Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

Syekh Yusuf Al Qaradawi, ulama dan cendekiawan Mesir itu wafat pada Senin, 26 September 2022. Ia pernah datang ke kantor PBNU, ini pesannya.


PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

10 hari lalu

PBNU Sebut Perlu Komunikasi dengan Israel untuk Membantu Palestina

Ketua umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut pembicaraan dengan Israel perlu dilakukan untuk mempertanyakan nasib Palestina.


Pengamat: Kunjungan Prabowo ke Kiai Sepuh NU Jaga Basis Suara Umat Islam

11 hari lalu

Pengamat: Kunjungan Prabowo ke Kiai Sepuh NU Jaga Basis Suara Umat Islam

Sebelumnya, Prabowo bersilaturahmi dengan 9 kiai NU di Asrama Perguruan Tinggi Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Kabupaten Magelang.


PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

18 hari lalu

PBNU Temui Menteri Urusan Islam Arab Saudi, Berantas Terorisme dan Ekstrimisme di Dunia

PBNU menjalin kerja sama untuk memberantas terorime dan ekstrimisme di dunia bersama Kerajaan Arab Saudi.


Profil Ning Imaz, Putri Pengelola Ponpes Lirboyo yang Dihina Eko Kuntadhi

20 hari lalu

Profil Ning Imaz, Putri Pengelola Ponpes Lirboyo yang Dihina Eko Kuntadhi

Siapakah sosok Ning Imaz yang dihina pegiat media sosial Eko Kuntadhi?


KPK Kembali Periksa Saksi Untuk Mardani H Maming Hari Ini

23 hari lalu

KPK Kembali Periksa Saksi Untuk Mardani H Maming Hari Ini

KPK kembali memeriksa saksi untuk tersangka kasus korupsi pengalihan IUP di Kabupaten Tanah Bumbu, Mardani H Maming.


Ketua DPRD Lumajang Mundur karena Tak Hafal Pancasila, PKB: Keselip Lidah

23 hari lalu

Ketua DPRD Lumajang Mundur karena Tak Hafal Pancasila, PKB: Keselip Lidah

PKB Jawa Timur akan memanggil Anang Ahmad Syaifuddin yang meletakkan jabatannya setelah viral video ia tak lancar saat melafalkan Pancasila.


PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

27 hari lalu

PBNU Maklumi Keputusan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

PBNU memahami alasan pemerintah menaikkan harga BBM.


Eks Ketum PBNU Dukung Kapolri untuk Mengungkap Tuntas Kasus Brigadir J

27 hari lalu

Eks Ketum PBNU Dukung Kapolri untuk Mengungkap Tuntas Kasus Brigadir J

Said Aqil Siradj terkejut dengan semakin banyaknya para Jenderal Polisi yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir J.