AHY Sebut Politik dan Demokrasi Indonesia Alami Kemunduran

Kader Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberi pernyataan pers di hari ulang tahunnya serta dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di rumah SBY, Kuningan, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Tempo Rezki Alvionitasari

TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut situasi politik dan demokrasi Indonesia yang susah payah dibangun sejak 1998 kini malah mengalami kemunduran. AHY mengatakan, situasi ini tercermin semakin nyata di tengah kontestasi Pemilihan Umum 2019.

Baca: Pidato Politik, AHY Singgung Hukum yang Tajam ke Oposisi

Dia berujar, pesta demokrasi yang mestinya bertujuan memajukan bangsa malah dijadikan ajang memaksakan keyakinan dan pilihan politik oleh pihak-pihak tertentu.

"Dampaknya, muncul fanatisme yang berlebihan; yang pada akhirnya, justru kontra-produktif dengan tujuan memajukan bangsa dan negara itu sendiri," kata AHY di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat malam, 1 Maret 2019.

AHY lantas mencontohkan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat akibat perbedaan keyakinan dan pilihan politik. Semisal, pertengkaran di grup Whatsapp atau layanan pesan lainnya.

Keberadaan grup yang tujuannya untuk komunikasi dan silaturahmi, kata AHY, malah menjadi ruang debat kusir untuk membela pandangan subjektifnya dengan membabi buta. Akibatnya, mereka tak mau lagi mendengar dan melihat secara jernih dan obyektif.

AHY melanjutkan, masyarakat bahkan secara sukarela, cepat, dan tanpa sadar telah ikut menyebarkan kabar bohong atau hoaks. Padahal, penyebaran hoaks ini juga memiliki implikasi hukum yang dapat merugikan diri sendiri. "Dengan kata lain, tanpa sadar, kita telah mencelakakan diri sendiri, hanya karena fanatisme terhadap pilihan politik tertentu," kata AHY.

Masih menyoal grup Whatsapp, kata AHY, ada pula anggota yang keluar dari grup lantaran perbedaan pandangan dan pilihan politik. Variasi kejadian lainnya ialah adanya anggota yang dikeluarkan dari grup oleh admin karena dianggap mengganggu stabilitas di dalam grup tersebut.

Tak cuma silaturahmi terganggu, AHY mengatakan penggunaan warna dan simbol jari pun menjadi masalah. Simbol jari ini bisa memicu persoalan tak hanya di media sosial, tetapi juga saat berfoto. AHY berujar, bahkan kalangan perwira Tentara Nasional Indonesia turut menjadi korban hoaks.

"Simbol jari saat foto bersama yang menandakan angkatan kelulusan di Akademi Militer, dianggap sebagai dukungan pada paslon tertentu," kata dia.

Contoh berikutnya yang dibahas AHY ialah kejadian diturunkannya seorang penumpang taksi online di tengah jalan oleh pengemudinya. Penyebabnya, si penumpang mengenakan kaus salah satu pasangan calon di pemilihan presiden 2019, yang berbeda dari pilihan si pengemudi.

Baca: Pimpin Pemenangan Pemilu, AHY Akan Pidato Politik Hari Ini

"Di tempat lain, makam terpaksa dibongkar dan jenazah dipindahkan, karena pemilik tanah pemakaman dan keluarga almarhum berbeda pilihan politik," ujarnya.






Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh Disebut Bahas Pencalonan Anies Baswedan

12 jam lalu

Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh Disebut Bahas Pencalonan Anies Baswedan

Pengamat politik Hendri Satrio meyakini pertemuan antara Jokowi dengan Surya Paloh pada Kamis kemarin membahas soal pencalonan Anies Baswedan


Tumpukan Utang Negara Dikritik AHY, Ketua Banggar DPR Bela Pemerintah: Info yang Disajikan Tak Utuh

1 hari lalu

Tumpukan Utang Negara Dikritik AHY, Ketua Banggar DPR Bela Pemerintah: Info yang Disajikan Tak Utuh

Ketua Banggar DPR Said Abdullah merespons kritik yang disampaikan Keyua Umum Partai Demokrat AHY soal rasio utang negara.


Demokrat Akan Deklarasi Anies Capres Secara Terbuka Setelah Terpenuhi PT 20 Persen

1 hari lalu

Demokrat Akan Deklarasi Anies Capres Secara Terbuka Setelah Terpenuhi PT 20 Persen

Teuku Riefky Harsya mengungkap alasan partainya belum deklarasi terbuka mendukung Anies Baswedan Capres seperti NasDem


PKS Sepakat dengan Kriteria Cawapres yang Pernah Disampaikan Anies

1 hari lalu

PKS Sepakat dengan Kriteria Cawapres yang Pernah Disampaikan Anies

PKS satu suara dengan apapun pilihan Anies Baswedan menentukan bakal Cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2024.


Soal Kapan PKS Nyatakan Dukungan Resmi ke Anies, Ini Jawaban Sohibul Iman

1 hari lalu

Soal Kapan PKS Nyatakan Dukungan Resmi ke Anies, Ini Jawaban Sohibul Iman

Wakil Ketua Majelis Syura PKS Shohibul Iman menjelaskan alasan di balik sikap PKS belum melakukan deklarasi terbuka mendukung Anies Baswedan


Sudirman Said Sebut Koalisi Sepakat Serahkan Pemilihan Cawapres pada Anies Baswedan

1 hari lalu

Sudirman Said Sebut Koalisi Sepakat Serahkan Pemilihan Cawapres pada Anies Baswedan

Sudirman Said, mengatakan Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS menyerahkan sepenuhnya nama cawapres kepada Anies Baswedan


NasDem Belum Ajak Demokrat Ikut Safari Politik Anies Baswedan, Ini Sebabnya

1 hari lalu

NasDem Belum Ajak Demokrat Ikut Safari Politik Anies Baswedan, Ini Sebabnya

Partai NasDem belum akan mengajak Partai Demokrat dalam agenda safari politik Anies Baswedan walaupun mereka sudah menyatakan dukungan


Meski Belum Deklarasi, Sohibul Iman Tegaskan PKS Dukung Anies Baswedan Capres

1 hari lalu

Meski Belum Deklarasi, Sohibul Iman Tegaskan PKS Dukung Anies Baswedan Capres

Sohibul Iman menegaskan PKS mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu 2024


Mitra Koalisi Perubahan Gelar Pertemuan, Anies: Siap Bergerak Bersama

2 hari lalu

Mitra Koalisi Perubahan Gelar Pertemuan, Anies: Siap Bergerak Bersama

PKS, Nasdem dan Demokrat melakukan pertemuan rutin di rumah Anies membahas berbagai progres mitra koalisi.


Demokrat DKI Ingin AHY Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024

2 hari lalu

Demokrat DKI Ingin AHY Dampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024

DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menginginkan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024.