Sebanyak 10 Titik Api Terdeteksi di Hutan Kalimantan Utara

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI berusaha menuju titik api untuk memadamkan kebakaran lahan di Desa Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu, 16 September 2018. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan dan TNI menggunakan helikopter MI-8Mtv untuk memadamkan kebakaran tersebut. ANTARA

    Anggota TNI berusaha menuju titik api untuk memadamkan kebakaran lahan di Desa Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu, 16 September 2018. Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan dan TNI menggunakan helikopter MI-8Mtv untuk memadamkan kebakaran tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 10 titik api terdeteksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di wilayah Provinsi Kalimantan Utara.  Prakirawan BMKG Nunukan Muhammad Taufik di Nunukan, Jumat, 1/3, mengatakan pendeteksian melalui satelit menunjukkan sembilan titik itu berada di Kabupaten Nunukan dan satu lokasi di Kota Tarakan.

    “Ke-10 titik api ini berpotensi mengakibatkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan sehingga patut diwaspadai dan dipantau setiap saat,” kata Taufik..

    Apalagi, kata dia, saat ini Provinsi Kaltara pada umumnya dilanda musim kering sehingga koordinasi antar instansi terkait sangat diperlukan.

    Ke-10 titik api tersebut masing-masing koordinat 117.3271 E 4.030786 N dan 117.3364 E 4.029380 N pada pukul 11.00 waktu setempat melalui Satelit Terra.

    Kemudian, koordinat 117.3348 E 4.030485 N dan 117.2602 E 3.990873 N di Kecamayan Sebuku pada pukul 14.29 waktu setempat melalui Satelit Aqua.

    Masih di Kecamatan Sebuku, titik api pada koordinat 117.2504 E 3.989985 N dan 117.3264 E 4.019687 N, 117.3251 E dan 4.0290 100 N, 117.0059 E 3.982677 N.

    Selanjutnya di Kecamatan Seimenggaris terdeteksi satu lokasi titik api pada koordinat 117.4044 E 4.2497 66 N dan Kota Tarakan pada koordinat 117.652 E 3.393398 N pada pukul 11.35 waktu setempat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.