Eni Saragih Hadapi Sidang Putusan Hari Ini

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus suap PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih. ANTARA/Aprillio Akbar

    Terdakwa kasus suap PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih atau Eni Saragih akan menjalani sidang pembacaan putusan dalam kasus suap PLTU Riau-1 hari ini. Sidang akan berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

    Baca: Dituntut 8 Tahun Penjara, Eni Saragih: Saya Bertaubat

    "Diagendakan putusan atas nama terdakwa Eni Maulani Saragih," kata Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Tipikor Jakarta Diah Siti Basariah, Kamis, 28 Februari 2019.

    Sebelumnya, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Eni Saragih dihukum 8 tahun penjara. Eni juga dituntut membayar denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan.

    Selain pidana pokok, jaksa menuntut Eni membayar uang pengganti sebanyak Rp 10,35 miliar dan Sin$ 40 ribu. Jaksa juga menuntut hak politik Eni dicabut selama 5 tahun seusai menjalani pidana.

    Baca: Jaksa Tuntut Hak Politik Eni Saragih Dicabut Selama Lima Tahun

    Jaksa menyatakan Eni terbukti menerima suap Rp 4,75 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Uang itu diberikan agar Eni memfasilitasi pertemuan antara Kotjo dengan pihak terkait seperti Direktur Utama PLN Sofyan Basir untuk membahas proyek PLTU Riau-1.

    Jaksa juga menyatakan Eni terbukti menerima gratifikasi Rp 5,6 miliar dan Sing$ 40 ribu dari empat pengusaha di bidang minyak dan gas. Politikus Partai Golkar itu menerima uang karena telah memfasilitasi pertemuan antara pengusaha dengan pejabat di sejumlah kementerian.

    Dalam pleidoinya, Eni mengaku menyesali perbuatannya. Namun, dia kaget karena jaksa menolak permohonannya menjadi justice collaborator dan menganggapnya pelaku utama dalam perkara ini. Padahal, menurut Eni, dirinya hanyalah petugas partai yang menjalankan tugas dari petinggi partai. "Saya bukan siapa-siapa tanpa perintah petinggi partai.”

    Baca: Kasus Suap PLTU Riau-1, Eni Saragih Dituntut 8 Tahun Penjara

    Eni Saragih berharap majelis hakim menjatuhkan hukuman seringan-ringannya dan mengabulkan permohonannya sebagai JC. Dia meminta majelis hakim mempertimbangkan statusnya sebagai ibu dari dua orang anak. "Saya juga sudah kooperatif untuk membantu penegak hukum membuka kasus ini," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.