Kementerian ESDM Resmikan Tiga Sumur Bor di Pulau Rote

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Wiratmaja, mewakili Menteri ESDM dan perwakilan dari pemerintah daerah meresmikan sumur bor air tanah di desa Bolatena, Alor, NTT, Kamis, 28 Februari 2019. (dok Kemen ESDM)

    Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Wiratmaja, mewakili Menteri ESDM dan perwakilan dari pemerintah daerah meresmikan sumur bor air tanah di desa Bolatena, Alor, NTT, Kamis, 28 Februari 2019. (dok Kemen ESDM)

    INFO NASIONAL-- Kekurangan air bersih masih melanda beberapa wilayah di Indonesia. Hal inilah yang menjadi perhatian pemerintah. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi akan terus menyediakan sarana air bersih melalui pengeboran air tanah dalam di daerah sulit air di seluruh wilayah Indonesia.

    Sulitnya air bersih di beberapa wilayah di Indonesia ini disebabkan beberapa faktor seperti kondisi geologi, geografis, pencemaran lingkungan, dan keterbatasan pembuatan sarana penyediaan. Faktor utama yang menyebabkan kurangnya air bersih, khususnya di daerah Rote ini adalah keterbatasan pemerintah daerah membangun fasilitas sarana air bersih.

    Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Wiratmaja, mewakili Menteri Energi dan perwakilan dari pemerintah daerah, meresmikan sumur bor air tanah di Desa Bolatena, Alor, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 28 Februari 2019.

    Wiratmaja mengucapkan selamat menikmati air bersih kepada para warga. “Ini akan kita tambah lagi agar masyarakat tidak susah payah lagi ambil air bersih," ujarnya.

    Tiga lokasi sumur bor yang telah selesai dibangun selama satu tahun  dan diresmikan hari ini, yakni di Desa Bolatena, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao; Desa Oebela, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao; serta Desa Pura Timur, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor.

    Yunus Welem Johannes, ketua adat Desa Bolatena atau disebut Maleno, mengucapkan terima kasih pada Presiden Joko Widodo. “Kami masih teringat dan terukir di hati kami ketika beliau di Rote Dhao pada 8 Januari 2017. Beliau mengatakan Desa Bolatena dan Desa Oebela ini kekurangan air bersih. Janji tidak hanya janji, tapi janji sudah ditepati, suka citalah kami," katanya.

    Sumur bor air tanah dalam ini memiliki spesifikasi teknis kedalaman 80 sampai 125 meter, debit antara 1,5 sampai dengan 2,5 liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diameter enam inci, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 kVa=8 kWatt, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, juga bak penampungan air berkapasitas 5.000 liter. Dengan debit air rata-rata 2,1 liter per detik, setiap sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 2.500 jiwa.

    Pada 2019, Kementerian Energi menargetkan membangun sumur bor sebanyak 650 unit di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah ini meningkat 100 lokasi sumur dibanding pada 2018.

    Sedangkan program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam, terhitung dari tahun 2005 sampai dengan 2018, sebanyak 2.288 unit sumur bor. Sumur bor sebanyak itu dapat dibangun untuk melayani kurang-lebih 6,6 juta jiwa masyarakat daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.