Undang Jokowi, Komunitas Kesehatan Mengadu Empat Masalah Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berpidato dalam pembukaan Rakernas KORPRI di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi berpidato dalam pembukaan Rakernas KORPRI di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tujuh organisasi/komunitas kesehatan bekerja sama menggelar acara dialog silaturahmi paslon presiden dan wakil presiden bersama komunitas kesehatan di Hotel Bidakara, Jakarta pada Kamis, 28 Februari 2019. Acara digelar dua sesi, yang menghadirkan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

    Tujuh organisasi/komunitas penyelenggara acara ini adalah; Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi). Dalam sesi pertama acara, ada empat permasalahan yang disampaikan kepada Jokowi,tentang  masalah bidang kesehatan di Indonesia.

    Baca: 4 Tahun Jokowi - JK, Peserta JKN Capai 203 ...

    Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih mewakili komunitas membeberkan, masalah pertama yang patut menjadi perhatian yakni; soal satus dan kesejahteraan serta distribusi tenaga kesehatan. "Kedua, soal sistem JKN, kami sadar ada perbaikan sistem pelayanan, tapi dari hati yang terdalam, kami mohon diupayakan perbaikan secara terus menerus agar JKN ini bermanfaat untuk semua pihak," ujar Daeng di Hotel Bidakara, Jakarta pada Kamis, 28 Februari 2019.

    Ketiga, dia menyoroti masalah daya saing tenaga kesehatan dan tenaga medis, menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan tantangan era industri 4.0. "Dua tantangan itu meniscayakan kepada seluruh tenaga kesehatan dan medis untuk melakukan perbaikan supaya daya saing menjadi bagus." Ia juga mengusulkan sistem pendidikan baik kedokteran atau kesehatan lainnya diperhatikan.

    Masalah terakhir, Daeng mengatakan dari hari ke hari, tenaga kesehatan sering berbenturan dengan masalah hukum. Sehingga, para tenaga kesehatan kerap was-was dan takut terhadap persoalan yang berkaitan dengan hukum. "Oleh karena itu, kami sepakat untuk menitipkan kepada Bapak Jokowi agar perlindungan hukum tenaga medis dan kesehatan lebih diperhatikan," ujar dia.

    Baca: Jokowi Pamer Kartu Indonesia Sehat kepada ...

    Jokowi tak pumya waktu banyak menjawab masalah-masalah itu. Dia hanya berbicara sekitar 10 menit dalam forum. Dia mengakui masih banyak kekurangan di sana sini dalam bidang kesehatan selama 4,5 tahun masa pemerintahannya. Selanjutnya, ia berjanji akan mengundang berbagai komunitas/organisasi kesehatan ini untuk berbicara lebih banyak soal masalah kesehatan di Indonesia.

    "Saya kira kita tidak memiliki waktu yang cukup di pagi hari ini untuk berbicara ini. Nanti saya akan undang, bisa berbicara, mau bicara 5 jam silakan, mau bicara 7 jam silakan, saya layani di malam hari," ujar Jokowi di hadapan ratusan anggota komunitas kesehatan yang hadir di acara itu.

    Soal sistem JKN, Jokowi meminta masyarakat maklum jika masih banyak kekurangan, karena Indonesia baru memulai sistem ini pada 2014. "Sekali lagi, saya mohon maaf tidak bisa berlama-lama, tetapi saya menyiapkan waktu untuk bertemu Bapak/Ibu sekalian, mungkin dalam dua minggu ini lah," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.