Jokowi Minta Masyarakat Maklum Jika JKN Masih Banyak Masalah

Presiden Jokowi memberikan sambutan pada Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu, 27 Februari 2019. Presiden juga mengakui kontribusi NU untuk keutuhan bangsa Indonesia. ANTARA/Adeng Bustomi

TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi mengakui bahwa saat ini masih banyak kekurangan dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Meski begitu, Jokowi meminta masyarakat maklum karena Indonesia baru memulai sistem ini.

Baca: Kubu Jokowi Siapkan 22 Juta Saksi Awasi Pilpres 2019

"Mengenai sistem JKN, Indonesia ini baru memulai, jadi kalau masih ada masalah, problem di lapangan, hal-hal teknis, ya mohon dimaklumi," kata Jokowi dalam acara dialog silahturahmi bersama komunitas kesehatan di Hotel Bidakara, Jakarta pada Kamis, 28 Februari 2019.

Jokowi mengatakan, dia kerap sidak rumah sakit untuk meninjau permasalahan di lapangan. Dia mengatakan harus ada penyelesaian yang holistik dan ditangani antar institusi terkait masalah-masalah ini.

"Saya kira, kita tidak memiliki waktu yang cukup di pagi hari ini untuk berbicara ini. Nanti saya akan undang, bisa berbicara, mau bicara 5 jam silakan, mau bicara 7 jam silakan, saya layani di malam hari," ujar Jokowi di hadapan ratusan anggota komunitas kesehatan yang hadir di acara tersebut.

Menurut Jokowi, permasalahan kesehatan ini harus benar-benar menjadi sorotan serius karena merupakan isu yang sangat strategis di Indonesia. "Masih banyak sekali persoalan-persoalan yang kita hadapi di lapangan, baik yang berkaitan dengan stunting, gizi buruk, dan berkaitan dengan hidup yang sehat," ujar dia.

JKN pertama kali diluncurkan pada 1 Januari 2014. Program itu dirancang dengan tujuan memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh masyarakat Indonesia agar dapat hidup sehat, produktif, dan sejahtera.

Salah satu masalah yang kerap terdengar terkait sistem ini adalah isu defisit dana JKN yang terjadi setiap tahun. Defisit itu diyakini terjadi karena faktor hulu penetapan nilai fundamental premi yang tidak sesuai dengan nilai keekonomian.

Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih mengatakan, organisasinya mengakui bahwa ada perbaikan sistem pelayanan dengan sistem pelayanan JKN dalam lima tahun ini. JKN dinilai sangat bermanfaat untuk masyarakat.

Simak juga: Jokowi Minta Garuda Tambah Penerbangan di Bandara WIriadinata

"Untuk itu, kami dari hati yg dari dalam, para tenaga kesehatan dan medis serta stakeholder lainnya, mohon diupayakan perbaikan secara terus menerus agar JKN ini bermanfaat untuk semua pihak," ujar Daeng di hadapan orang nomor satu di Indonesia itu.






Eks Hakim Konstitusi: Polisi Harus Izin Jokowi Lewat Jaksa Agung Periksa Hakim MK

9 menit lalu

Eks Hakim Konstitusi: Polisi Harus Izin Jokowi Lewat Jaksa Agung Periksa Hakim MK

Pemeriksaan hakim Mahkamah Konstitusi dinilai harus lewat izin Presiden Jokowi melalui Jaksa Agung.


14 Persen atau 110 Ribu Anak Jakarta Berisiko Stunting, BKKBN: Sesuai Arahan Jokowi

47 menit lalu

14 Persen atau 110 Ribu Anak Jakarta Berisiko Stunting, BKKBN: Sesuai Arahan Jokowi

BKKBN memaparkan jumlah potensi kasus stunting di Jakarta menyentuh 14 persen. Angka ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.


Yahya C Staquf: O Universe Welcome to The Second Century of Nahdlatul Ulama

1 jam lalu

Yahya C Staquf: O Universe Welcome to The Second Century of Nahdlatul Ulama

Dalam perayaan 1 Abad Nahdlatul Ulama, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengucapkan pidato yang berapi-api.


PSI Kecam Pembubaran Ibadah GPdI Metland Cileungsi, Singgung Pernyataan Jokowi

1 jam lalu

PSI Kecam Pembubaran Ibadah GPdI Metland Cileungsi, Singgung Pernyataan Jokowi

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam aksi sejumlah warga yang membubarkan pelaksanaan ibadah di Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI), Metland, Cileungsi, Jawa Barat pada Minggu, 5 Februari 2023.


Jokowi Puji Nahdlatul Ulama yang Tetap Lawan Politik Identitas dan Radikalisme

2 jam lalu

Jokowi Puji Nahdlatul Ulama yang Tetap Lawan Politik Identitas dan Radikalisme

Jokowi juga mengatakan Nahdlatul Ulama memiliki banyak peran besar dalam sejarah perjalanan Bangsa Indonesia.


Erick Thohir Yakin PBNU Dibawah Pimpinan Gus Yahya Tegak Lurus Dengan Pemerintahan Jokowi

3 jam lalu

Erick Thohir Yakin PBNU Dibawah Pimpinan Gus Yahya Tegak Lurus Dengan Pemerintahan Jokowi

Erick Thohir menjadi Ketua Panitia Pengarah Peringatan Satu Abad NU yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.


Unit Link Sering Dikeluhkan Nasabah Asuransi, Ternyata Ini Akar Masalahnya

3 jam lalu

Unit Link Sering Dikeluhkan Nasabah Asuransi, Ternyata Ini Akar Masalahnya

Banyak nasabah asuransi yang memiliki unit link merasa dijebak karena hasil investasi yang dijanjikan tidak sesuai ekspektasi. Di mana akar masalahnya


Peringatan Satu Abad NU, Ini Ucapan dari PP Muhammadiyah

5 jam lalu

Peringatan Satu Abad NU, Ini Ucapan dari PP Muhammadiyah

Muhammadiyah berharap peringatan satu abad NU bisa menjadi momentum organisasi Islam terbesar di dunia tersebut bangkit dan digdaya.


Jokowi Cerita Banyak Nasabah Asuransi Menangis Persoalkan Unit Link, Apa Itu Unit Link?

5 jam lalu

Jokowi Cerita Banyak Nasabah Asuransi Menangis Persoalkan Unit Link, Apa Itu Unit Link?

Jokowi bercerita banyak nasabah asuransi mengadu kepadanya sambil menangis, berharap uangnya kembali. Beberapa di antaranya mempersoalkan unit link.


Korupsi Politik Bikin Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

6 jam lalu

Korupsi Politik Bikin Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Presiden Jokowi memanggil Menkopolhukam Mahfud Md hingga Ketua KPK Firli Bahuri untuk membahas soal Indeks Persepsi Korupsi Indonesia yang turun.