Kementerian LHK: Kebakaran Lahan Riau Disengaja untuk Buka Kebun

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Kepolisian Resor Dumai memadamkan kebakaran lahan gambut di Kota Dumai, Riau, Selasa 26 Februari 2019. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan kebakaran hutan dan lahan terjadi sejak Januari hingga Februari 2019 luasnya sudah mencapai 1.136 hektare, dan paling luas di daerah pesisir seperti di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    Personel Kepolisian Resor Dumai memadamkan kebakaran lahan gambut di Kota Dumai, Riau, Selasa 26 Februari 2019. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyatakan kebakaran hutan dan lahan terjadi sejak Januari hingga Februari 2019 luasnya sudah mencapai 1.136 hektare, dan paling luas di daerah pesisir seperti di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Raffles B. Panjaitan mengatakan kebakaran lahan di Riau kebanyakan akibat unsur kesengajaan membuka lahan perkebunan kelapa sawit.

    Dari pantauan lewat udara, kebakaran terjadi di area kosong bergambut yang berdampingan dengan kebun sawit untuk perluasan lahan perkebunan. "Kami melihat lahan memang (sengaja dibakar) untuk ekspansi. Terkait hal ini kami sudah koordinasikan dengan penegak hukum," kata Raffles, di Posko Penanggulanan Bencana Asap, Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu, 27 Februari 2019.

    Baca: KLHK Sebut Anggaran Penanggulangan Kebakaran Hutan 2019 Turun

    Menurut Raffles kebakaran lahan terpantau terjadi di wilayah perkebunan milik masyarakat, seperti di daerah Terkul, Rupat dan Lubuk Gaung, Dumai. "Polanya sepertinya ini lahan perorangan, lahannya sudah di kotak-kotak. Di samping lahan terbakar ada kebun sawit, kemudian ada rumah-rumah warga," katanya.

    Namun sejauh ini Raffles mengaku belum melihat adanya lahan terbakar di wilayah konsesi perusahaan, baik di Rupat maupun Dumai yang terdapat konsesi milik perusahaan cukup luas baik  hutan tanaman industri maupun kelapa sawit. "Kebakaran di konsesi perusahaan tidak ada, yang ada milik masyarakat perorangan," ujarnya.

    Raffles juga melihat terjadi pembiaran kebakaran lahan, seperti di dekat area konsesi PT Chevron Pacifik Indonesia di Bukit Batrem, Dumai. Lahan terbakar seluas satu hektare terkesan dibiarkan oleh petugas keamanan PT Chevron. "Kami menemukan lahan terbakar di dekat area PT Chevron, tapi kok didiamkan saja oleh petugas security-nya. Mereka hanya melihat-lihat saja dari dalam mobil. Ini kalau terbakar cukup luas sangat menghawatirkan karena dekat dengan bandara," tuturnya.

    Simak: Jokowi Klaim 3 Tahun Tak Ada kebakaran Hutan, Begini Data KLHK

    Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Widodo Eko mengatakan telah memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus melakukan penyelidikan penyebab kebakaran lahan di tiga daerah, Rokan Hilir, Dumai dan Meranti. Sejauh ini, polisi sudah menangkap enam tersangka pelaku pembakar lahan. "Enam tersangka perorangan sudah ditangkap, penegakan hukum sudah dilaksanakan," ujarnya.

    Selain penyelidikan lahan terbakar kata dia, kepolisian juga telah menurunkan ratusan personil untuk membantu pemadaman api  bersama TNI dan Manggala Agni. Kebakaran lahan di wilayah Riau terjadi sejak awal Januari 2019 mencapai 1.178 hektare. Kabupaten Bengkalis menjadi daerah paling luas mengalami kebakaran lahan terutama di daerah Rupat mencapai 700 hektare lebih. Kabut asap sisa kebakaran hutan sempat menggangu kualitas udara di wilayah Dumai dan Rupat pada level tidak sehat.

    RIYAN NOFITRA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.