Moeldoko Meyakini Kampanye Hitam Emak-emak ke Jokowi Dirancang

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. TEMPO/Subekti

    Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Moeldoko, menyakini ada yang sengaja merancang isu, jika calon presiden inkumben, Joko Widodo atau Jokowi menang tidak ada lagi suara adzan.

    Baca: BPN Prabowo Bela 3 Ibu yang Diduga Lakukan Kampanye Hitam Jokowi

    "Aktornya siapa? Emak-emak. Ikuti saja. Pendidikan dia apa? Substansi isunya apa? Bisa enggak ya dia membuat struktur isu seperti itu? Kan gitu. Kan gampang. Mana bisa emak-emak bikin isu begitu kalau enggak ada seniornya," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019.

    Moeldoko meyakini bahwa perancangan isu tersebut sudah terstruktur secara sistematis. Ia menilai tidak mungkin 'emak-emak' berkampanye seperti itu jika tidak ada yang memerintahkan. Mantan Panglima TNI itu pun meminta pihak yang merancang isu tersebut berhenti membodohi rakyat.

    Ia juga menyayangkan ketiga perempuan yang mengenakan pakaian muslim itu melakukan fitnah. "Itu kan keterlaluan. Jadi muslimnya mana? Saya yang enggak sukanya begitu. Kita sama-sama muslim jadi enggak enak. Masak ajaran kita begitu sih?" ujarnya.

    Kepolisian Daerah Jawa Barat menetapkan tiga perempuan sebagai tersangka ujaran kebencian terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi.

    Baca: Pakar Pidana: Kasus Ibu-ibu Kampanye Hitam Bukan Ranah Polisi

    Ketiga tersangka adalah Engqay Sugiyanti, 49 tahun, Ika Peronika, 45 tahun, penduduk Desa Wancimekar, Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang dan Citra Widaningsih, 44 tahun, warga Telukjambe, Desa Sukaraja.

    Ketiganya ditahan sejak 24 Februari 2019 malam sekitar pukul 23.30 setelah adanya laporan dugaan kampanye hitam melalui video yang tersebar di media sosial. Engqay dan Ika disangka berperan menyampaikan kampanye hitam kepada penduduk. Sedangkan Citra merekam aktivitas dua temannya serta menambahkan keterangan atau caption video yang diunggah di media sosial.

    Sosialisasi itu diketahui melalui video yang beredar di media sosial. Engqay dan Ika berkampanye dari pintu ke pintu dan menyampaikan kepada warga sejumlah hal yang akan terjadi jika calon presiden nomor 1, Joko Widodo menang pilpres. "Lamun Jokowi dua periode moal aya deui sora azan, moal aya budak ngaji, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin," kata perempuan di video itu.

    Baca: Video 3 Wanita Penyebar Kampanye Hitam; TKN Menduga Ada yang Merancang

    Artinya kira-kira begini: "Jika Jokowi dua periode tak akan ada lagi suara azan, tak ada anak-anak mengaji, tak ada lagi yang memakai kerudung. Perempuan dan perempuan boleh kawin, lelaki dan lelaki boleh kawin."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.