Dituding Kivlan Zen, Wiranto: Dia Sering Minta Uang ke Saya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menko Polhukam Wiranto (kedua kanan) dan  Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) mengunjungi penyintas tsunami Selat Sunda yang berasal dari Pulau Sebesi di GOR Kalianda, Lampung Selatan, Rabu, 2 Januari 2019. Pada kunjungan di Lampung, Presiden meninjau lokasi terdampak tsunami Selat Sunda, menjenguk korban luka-luka di rumah sakit, serta mengujungi lokasi pengungsian. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menko Polhukam Wiranto (kedua kanan) dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) mengunjungi penyintas tsunami Selat Sunda yang berasal dari Pulau Sebesi di GOR Kalianda, Lampung Selatan, Rabu, 2 Januari 2019. Pada kunjungan di Lampung, Presiden meninjau lokasi terdampak tsunami Selat Sunda, menjenguk korban luka-luka di rumah sakit, serta mengujungi lokasi pengungsian. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengaku heran dengan tudingan Mayor Jenderal Purnawirawan Kivlan Zen yang menyebut dirinya dalang kerusuhan 1998. Sebab, kata Wiranto, Kivlan sering meminta bantuan kepadanya.

    Baca: Kivlan Zen Sebut Wiranto Belum Bayarkan Uang Pam Swakarsa 1998

    "Saudara Kivlan ini sering kali meminta bantuan kepada saya, ke teman-teman, kesulitan keuangan dan sebagainya. Tapi, saat ini saya memang tidak bersentuhan dengan yang bersangkutan, tiba-tiba menuduh seperti itu," kata Wiranto di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 26 Februari 2019.

    Wiranto mengatakan dirinya kini buka-bukaan saja setelah dituduh seperti itu. "Saya buka sekarang bahwa yang bersangkutan pernah meminta uang kepada saya, dan saya pernah berikan beberapa kali uang kepada yang bersangkutan," ujarnya.

    Menurut Wiranto, dirinya sekarang tidak bisa lagi diam-diam saja ketika ada tuduhan. Bahkan, ia menantang Kivlan Zen, juga calon presiden, Prabowo Subianto, untuk melakukan sumpah pocong. Ia ingin agar masyarakat menjadi jelas masalah mengenai dalang kerusuhan 1998.

    Tuduhan sebagai dalang kerusuhan 1998, kata Wiranto, bukan hal yang baru. Mantan Panglima ABRI itu menyebutkan tudingan muncul beberapa kali, yaitu saat ia masuk Pilpres 2004 dan pemilihan wakil presiden 2009. "Itu semuanya selalu diwarnai tuduhan kepada saya. Sekarang saya buka-bukaan saja," katanya.

    Baca: Wiranto Imbau Parpol Ikut Amankan Penyelenggaran Pemilu 2019

    Kivlan sebelumnya menuduh Wiranto sebagai dalang kerusuhan 1998 dalam acara 'Para Tokoh Bicara 98' di Gedung Ad Premier, Jakarta Selatan, pada Senin, 25 Februari 2019. Selain menuding dalang kerusuhan, Kivlan juga menyebut Wiranto memainkan peranan ganda dan isu propagandis saat masih menjabat sebagai Panglima ABRI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.