Masyarakat Pulau Rupat Terserang Penyakit Akibat Kebakaran Hutan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebakaran hutan dan lahan akibat musim panas semakin meluas di kecamatan Dumai Barat kota Dumai, Dumai, Riau, Selasa, 12 Februari 2019. Otoritas pengendalian kebakaran hutan, Manggala Agni menyebutkan, sekitar 50 hektar lebih kawasan hutan konservasi dan lahan gambut yang terbakar di Dumai dalam sepekan. ANTARA/Aswaddy Hamid

    Kebakaran hutan dan lahan akibat musim panas semakin meluas di kecamatan Dumai Barat kota Dumai, Dumai, Riau, Selasa, 12 Februari 2019. Otoritas pengendalian kebakaran hutan, Manggala Agni menyebutkan, sekitar 50 hektar lebih kawasan hutan konservasi dan lahan gambut yang terbakar di Dumai dalam sepekan. ANTARA/Aswaddy Hamid

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, mulai terserang penyakit akibat terpapar kabut asap kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah pesisir Riau tersebut dalam dua pekan terakhir.

    Baca juga: Kebakaran Hutan di Riau, Kementerian LHK Kirim 3 Helikopter

    "Puskesmas kita sudah menangani beberapa pasien yang mulai batuk-batuk, flu akibat dampak asap," kata Camat Rupat, Hanafi dihubungi Antara dari Pekanbaru, Senin, 25 Februari 2019.

    Hanafi mengatakan sudah dua pekan terakhir Kecamatan Rupat terpapar kabut asap. Bahkan, dalam empat hari terakhir kondisinya terus memburuk. Pada Senin awal pekan ini, kabut asap bahkan terpantau pada level berbahaya dengan jarak pandang hanya 100 meter.

    Secara umum, Hanafi menyebut korban kabut asap terdiri dari orang dewasa dan beberapa diantaranya bayi. Meski terus terpapar udara tidak sehat hingga berbahaya, dia mengatakan belum ada warganya yang mengungsi.

    Aktivitas warga pun masih tergolong normal, meski dia mengimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat yang mulai mengeluhkan sakit akibat kabut asap untuk segera melapor dan berobat ke Pusat Kesehanatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat. "Kami imbau agar segera berobat jika ada keluhan," ujarnya.

    Hari ini, dia menyebut Dinas Kesehatan Bengkalis bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat membagikan 2.600 masker kepada warga yang terpapar asap.

    Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Rupat terus dilakukan oleh tim gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan masyarakat setempat. Kepala BPBD Bengkalis, Tajul Moedris mengatakan hingga hari ini tim gabungan menggesa upaya pemadaman darat yang tersebar di tiga wilayah di Kecamatan Rupat.

    Baca juga: Jokowi Ralat Ucapannya Soal Kebakaran Hutan di Debat Capres

    Sebanyak 100 prajurit Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad) turut diperbantukan ke Pulau Rupat. Dia mengatakan Prajurit TNI dari satuan Yonarmed 10 Kostrad telah mulai diperbantukan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Pulau yang berada di bibir Selat Malaka tersebut.

    "Untuk pasukan saya pikir sudah cukup. Hanya saja yang kita butuhkan saat ini ada bantuan pemadaman dari udara," kata Tajul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.