Sultan HB X Ajak Rakyat Tolak Politisasi SARA dan Politik Uang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Keraton yang juga Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X memperhatikan wayang potehi di acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di Kampung Ketandan Yogyakarta, 13 Februari 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Raja Keraton yang juga Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X memperhatikan wayang potehi di acara Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta di Kampung Ketandan Yogyakarta, 13 Februari 2019. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Keraton sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X menyerukan kepada warga untuk bersikap arif di tengah tahun politik menyongsong pemilu 2019.

    Baca juga: Sultan HB X Minta Maaf Atas Kasus Pemotongan Nisan Tanda Salib

    "Satu, menolak politik uang, politisasi SARA, ujaran kebencian dan hoaks," ujar Sultan melalui rekaman video yang dirilis bidang bidang humas Pemerintah DIY Sabtu, 23 Februari 2019.

    Kedua, Sultan juga meminta di wilayah DIY dapat terwujud netralitas dari aparatur sipil negara, TNI, Polri, kepala dan perangkat desa.

    Ini menjadi sikap Sultan sebagai kepala daerah di saat sedang ramai kepala daerah dan aparatur negara mendukung salah satu calon presiden dan wakil presiden yang berkontestasi pada Pemilu 2019.

    "Ketiga, mari kita bersama sama menciptakan suasana aman dan kondusif pada pemilu 2019," ujarnya.

    Sultan juga mengajak masyarakat untuk bersama mengawasi pemilu 2019. Serta bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menegakkan keadilan dalam pemilu.

    Baca juga: Sedekah Laut Diteror, Sultan HB X: Jangan Merasa Benar Sendiri

    Selama masa menjelang pemilu 2019, Sultan HB X pernah disambangi calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Joko Widodo dan Maruf Amin. Sultan juga menerima kunjungan dari calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno. Semua ditemui Sultan di kediamannya di Keraton Yogyakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.