30 Pemuda Generasi Z Siap Jadi 'Ajudan Gubernur' Jabar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 30 pemuda pemudi generasi Z, berusia 17-25 tahun, lulus seleksi program Jabar Future Leader: Ajudan Gubernur Jawa Barat, Minggu (24/2)

    Sebanyak 30 pemuda pemudi generasi Z, berusia 17-25 tahun, lulus seleksi program Jabar Future Leader: Ajudan Gubernur Jawa Barat, Minggu (24/2)

    INFO NASIONAL - Sebanyak 30 pemuda pemudi generasi Z, berusia 17-25 tahun, lulus seleksi program Jabar Future Leader: Ajudan Gubernur.

    Mereka yang lolos dari  539 orang pendaftar dari seluruh Indonesia, menjalani  pelatihan kepemudaan (bootcamp) yang digelar sejak Sabtu (23/2) hingga Minggu (24/2), di Bandung, Jawa Barat.

    “Semoga bootcamp ini memberikan ilmu, semangat dan inspirasi,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Sabtu (23/2).

    Jabar Future Leader (JFL)  merupakan latihan kepemimpinan pemuda dengan cara memberi kesempatan pada para peserta melihat langsung proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan Gubernur Jawa Barat. 

    Emil, sapaan akrab gubernur, berharap melalui program ini para peserta bisa melihat langsung bagaimana pembangunan di-manage, sebuah keputusan diambil.

    “Selama 4 hari jadi ajudan gubernur kalo ingin berhasil dan butuh ilmu, jangan jadi pemalu, harus dapat knowledge tentang why dan how atas sebuah situasi. Jangan cuma keringat saja,” katanya di hadapan para peserta bootcamp.

    Emil juga membekali para peserta dengan wawasan kepemimpinan. “Tidak mudah menjadi pemimpin, pemimpin itu dijadikan cermin. Semua dari mulai lisan, gesture, intelektual, cinta keluarganya harus teladan dan diperhatikan oleh masyarakat maupun netizen,” katanya.

    Menurutnya, kepemimpinan harus relevan dengan zaman. "Kepemimpinan di era digital itu  harus transparan,  semua kegiatan baiknya di’laporkan’ kepada masyarakat. Salah satunya melalui media sosial," ujar dia.

    Media sosial ini, menurut Emil, harus bisa dimanfaatkan untuk menangkal fitnah dan menjadi saluran untuk menjernihkan situasi. “Media sosial juga saya manfaatkan menjadi sarana edukasi kepada masyarakat,” katanya. 

    Namun Emil juga mengingatkan ada sisi gelap dari internet dan dunia digital. "Makanya saya buat Jabar Saber Hoaks, sistem pertahananan agar masyarakat Jabar nggak perlu memikirkan dan membahas hal-hal bohong serta kesia-siaan. Fokus saja kepada karya,” tegasnya. 

    Pelaksana tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Dani Ramdan mengatakan, progran JFL melahirka calon pemimpin masa depan. "Para peserta diharapkan mampu menjadi duta Pemerintah dalam mengenalkan proses pemerintahan dan pembangunan di Jawa Barat kepada masyarakat luas," ujarnya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?