BPN Prabowo: Neno Warisman Hadir di Munajat 212 Sebagai Pribadi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neno Warisman, orator dalam deklarasi relawan #2019GantiPresiden turun dari mobil komando di depan pintu pagar barat daya, lapangan Monas, Jakarta Pusat, 6 Mei 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Neno Warisman, orator dalam deklarasi relawan #2019GantiPresiden turun dari mobil komando di depan pintu pagar barat daya, lapangan Monas, Jakarta Pusat, 6 Mei 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan Neno Warisman menghadiri acara Munajat 212 sebagai pribadi. Neno, kata Andre, bukan datang dalam kapasitasnya sebagai Badan Pemenangan Nasional.

    Baca juga: Puisi Lengkap Neno Warisman di Acara Munajat 212

    "Mbak Neno datang ke situ sebagai pribadi, tidak ada urusan dengan BPN," kata Andre kepada Tempo, Ahad, 24 Februari 2019.

    Menurut Andre, seseorang dapat dikatakan hadir mewakili Badan Pemenangan apabila undangannya pun bernada resmi. "Kalau ke BPN ada undangannya, misal saya diundang sebagai juru bicara BPN."

    Hal ini disampaikan Andre saat ditanya ihwal pembelaan BPN untuk Neno Warisman atas puisi yang dibacakannya di munajat 212. Puisi itu viral dan menuai perdebatan.

    Neno dianggap mengancam Tuhan dalam potongan puisinya yang berbunyi, "Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan tak menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu."

    Andre mengklaim puisi itu tak berkaitan dengan pemilihan presiden 2019. Kata dia, Neno menujukan puisinya untuk umat Islam secara umum. Kata-kata itu sendiri merupakan penggalan dari doa Nabi Muhammad SAW saat perang badar.

    Andre menilai puisi Neno Warisman hanya digoreng-goreng oleh para lawan politik Prabowo-Sandiaga. Dia menganggap isu itu dikapitalisasi seperti halnya ucapan Prabowo soal tampang Boyolali, profesi ojek online, dan puisi Fadli Zon tentang penguasa dan Maimun Zubair.

    Baca juga: Politikus PKB: Doa Neno Warisman Puncak Kebohongan Kubu Prabowo

    "Lagian juga acara munajat 212 itu semacam acara doa bersama, enggak ada urusannya dengan kontestasi pilpres dan enggak ada urusan dengan BPN," ujar politikus Partai Gerindra ini.

    Munajat 212 berlangsung pada Kamis malam, 21 Februari lalu di kawasan Monuman Nasional, Jakarta. Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta sebagai penyelenggara mengklaim acara itu bukan munajat 212, tetapi senandung salawat. Namun karena digelar pada 212 Februari, lantas disingkat 212.

    Munajat 212 dihadiri sejumlah tokoh dari koalisi dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga. Beberapa di antaranya Fadli Zon, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Yandri Susanto, Neno Warisman dan Titiek Soeharto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.