Kisah Luhut tentang Jokowi dan Posisi Berbalik dalam 12 tahun

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Selasa, 29 Januari 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Selasa, 29 Januari 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bercerita kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yang dikenalnya selama lebih dari 12 tahun. Lama sebelum Jokowi menjadi presiden.

    Luhut bercerita, sampai saat ini masih banyak pihak yang tak menyangka, bahkan ada yang tak terima dengan karir politik Jokowi yang melesat seperti meteor. Dari pebisnis yang kemudian menjadi Wali Kota Solo, lanjut menjadi Gubernur DKI Jakarta dan saat ini menjabat Presiden Republik Indonesia.
    "Saya selalu bilang, jangan hanya karena dia dari Wali Kota, lulusan UGM, terus ada yang berpretensi, gua kan udah kaya, turunan siapa, lebih pantas jadi apa (presiden)," ujar Luhut dalam acara deklarasi dukungan Alumni Theresia di Hotel Alila Pecenongan, Jakarta pada Sabtu, 23 Februari 2019.

    Baca: Cerita Luhut Panjaitan Lebih Mengenal Prabowo daripada Jokowi

    Menurut Luhut, hal itu tidak selayaknya. "Ya, something wrong with it. Ya enggak bisalah. Sekarang itu anything can happen,"

    Luhut bercerita bahwa kisah Jokowi mirip dirinya yang lahir dari keluarga miskin. "Ayah saya dulu sopir sibual-buali (Bus Lintas Sumatera) dan ibu saya tidak tamat SD." Tapi semua anak orang tua Luhut sukses dan jadi orang. "Kan tidak ada yang tahu mistery of life."

    Luhut pun tidak menyangka jika dulu Jokowi harus menunggu untuk bertemu dengannya, kini berbalik menjadi atasannya. "Pak Jokowi dulu kalau datang ke kantor saya, dia yang nunggu. Saya bilang, ‘Mas Joko, tunggu sebentar saya masih rapat.’"

    Baca: Luhut: Pilih Siapa Terserah, Tapi Jangan Fitnah Jokowi

    Kini keadaan terbalik. "Saya yang nunggu beliau," ujar Luhut disambut tepuk tangan ratusan peserta deklarasi yang hadir.

    Soal ini, ujar Luhut, semua orang harus menerima dan menaruh hormat kepada Jokowi yang terpilih melalui proses demokrasi yang sahih. "Kita harus terima kalau sekarang tiba-tiba beliau naik, ya yang lain juga harus hormatlah. It's fairness," ujar jenderal purnawirawan TNI ini.

    Sebagai pembantu Jokowi saat ini, Luhut menyatakan setia menerima tugas yang diperintahkan Jokowi. "Saya dengan beliau itu, dulu panggilnya 'Mas'. Sekarang panggilnya 'Pak'. Ya tapi itulah mistery of life. Kenapa kita harus cemburui, kenapa kita harus jelek-jelekin?"


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.