Oesman Sapta: Hadapi Kompetisi Pemilu dengan Berpegang Pada Pancasila

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Email Ketua MPR RI Oesman Sapta ketika memberi pengantar sekaligus membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Padang,  Sabtu, 23 Februari 2019.

    Email Ketua MPR RI Oesman Sapta ketika memberi pengantar sekaligus membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sabtu, 23 Februari 2019.

    INFO NASIONAL - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta meminta semua pihak Harus tetap berpegang pads Pancasila, sekeras apa pun kompetisi dalam pemilu nanti. Sebab, dengan berpegang teguh pada Pancasila maka semua pihak akan bersikap dewasa.

    "Dengan Pancasila kita lebih berperikemanusiaan serta menjaga kekuatan persatuan dan kesatuan " kata Oesman Sapta ketika memberi pengantar sekaligus membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sabtu, 23 Februari 2019.

    Pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar MPR ini sekaligus dialog nasional bertema "Pemilu 2019 yang Damai, Aman, Tertib dan Badun Sanak". Kegiatan kerja sama Gebu Minang dan Universitas Negeri Padang ini diikuti mahasiswa UNP penerima bea siswa Bidik Misi yang memenuhi auditorium UNP.

    Oesman Sapta memaparkan bahwa sekitar 53 hari lagi, masyarakat Indonesia akan melaksanakan pileg dan pilpres secara serentak. Dalam sejarah perjalanan Indonesia, baru pertama kali pileg dan pilpres dilaksanakan serentak. "Oleh karena itu, mari kita jaga situasi keamanan dan ketertiban secara bersama-sama. Hanya dengan kebersamaan Indonesia yang besar ini bisa kita jaga," katanya.

    Menurut Oesman Sapta, dalam Pemilu Serentak ini, masyarakat tidak melihat situasi (seperti pemilu-pemilu) yang sebelumnya. "Karenanya, sekeras apa pun kompetisi (dalam Pemilu Serentak) ini, semua pihak agar memegang teguh Pancasila. Maka semuanya akan bertindak dewasa," ucap pria yang akrab disapa OSO ini.

    Dia menambahkan, dengan Pancasila, masyarakat Indonesia dihargai bangsa lain. "Pancasila mempersatukan kita yang berbeda latar belakang agama, suku, dan kelompok. Dengan berpedoman pada Pancasila, kita bisa lebih berperikemanusiaan serta menjaga kekuatan persatuan dan kesatuan," ujarnya.

    Dengan berpedoman pada Pancasila, lanjut OSO, maka demokrasi Indonesia akan mempunyai tujuan yang sama, yaitu terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

    OSO juga mengajak semua pihak untuk berpegang pada prinsip pemilu, yaitu langsung, umum, bebas dan rahasia, jujur serta adil ( Luber Jurdil). "Penyelenggara pemilu dan aparat harus memegang prinsip itu. Sebaik apa pun masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban, namun jika penyelenggara pemilu tidak bersikap profesional, maka akan menimbulkan masalah di sana-sini," katanya.

    Oesman pun mengajak mahasiswa untuk menggunakan hak pilihnya. "Jangan sampai tidak memilih," ujarnya. Dia juga meminta mahasiswa dan dosen menjadi pemantau pemilu, agar demokrasi semakin berkualitas.

    "Peserta pemilu agar berkampanye yang mencerdaskan, bukan menebarkan permusuhan apalagi hoax," ujarnya.

    "Kepada masyarakat, mari gunakan hak pilih sebaik-baiknya. Lima menit di bilik suara, sangat berpengaruh pada lima tahun ke depan," ucapnya.

    Sosialisasi dan dialog nasional ini dihadiri Rektor UNP Prof Ganefri, Ph.D., Ketua DPW Gebu Minang Sumbar H. Boy Lestari Dt Palindih, anggota MPR dari DPD Leonardy Harmainy, Emma Yohana, dan mantan panglima angkatan laut Malaysia Laksamana Tan Sri Ahmad. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.