Cerita Luhut Panjaitan Lebih Mengenal Prabowo daripada Jokowi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan  di acara deklarasi dukungan Alumni Theresia di Hotel Alila, Jakarta pada Sabtu, 23 Februari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di acara deklarasi dukungan Alumni Theresia di Hotel Alila, Jakarta pada Sabtu, 23 Februari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bercerita soal kedekatannya dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang telah dia kenal selama 12 tahun. Luhut mengaku heran bila masih ada yang menilai Jokowi simpatisan Partai Komunis Indonesia dan anti-ulama.

    "Pak Jokowi dibilang PKI, anti-ulama, segala macam. Padahal tidak, saya kenal betul dengan beliau. Dan yang sebelah sana kan saya tahu juga," ujar Luhut dengan nada satir di acara deklarasi dukungan Alumni Theresia di Hotel Alila, Jakarta, Sabtu, 23 Februari 2019.

    Baca: Luhut: Pilih Siapa Terserah, Tapi Jangan Fitnah Jokowi

    Luhut mengatakan mengenal dengan baik Prabowo dan Jokowi. Namun Luhut mengaku lebih mengenal Prabowo. "Dua-duanya pasangan (calon) ini saya kenal baik. Tapi saya jujur, lebih kenal sebelah sana (Prabowo) daripada Pak Jokowi," ujar Luhut sambil tertawa.

    Luhut berujar dengan Prabowo dia tetap berhubungan baik. "Kita makan, enak-enak. Kadang saya bilang, ah kau ini apa sih. Maju aja, hajar terus, tapi jangan gunakan agama," ujar Luhut dengan logat khas Batak.

    Luhut menuturkan dia selalu berpesan agar agama tidak digunakan sebagai alat politik, karena hal tersebut menyerang personal dan bisa memecah belah bangsa. "Siap, Bang," ujar Luhut menirukan respons Prabowo ihwal nasihatnya tersebut.

    Simak: Luhut: Mau Pilih Prabowo atau Jokowi Suka-sukamu, Asal...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.