Gunung Merapi Enam Kali Mengalami Gempa Guguran

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengabadikan puncak Gunung Merapi yang mengeluarkan asap putih dari kawasan Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Senin 7 Januari 2019. Menurut data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, terjadi peningkatan pertumbuhan kubah lava pada 3 Januari 2019 sebesar 415.000 meter kubik dibandingkan 27 Desember 2018 sebesar 389.000 meter kubik, dengan laju pertumbuhan rendah. ANTARA

    Pengunjung mengabadikan puncak Gunung Merapi yang mengeluarkan asap putih dari kawasan Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Senin 7 Januari 2019. Menurut data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, terjadi peningkatan pertumbuhan kubah lava pada 3 Januari 2019 sebesar 415.000 meter kubik dibandingkan 27 Desember 2018 sebesar 389.000 meter kubik, dengan laju pertumbuhan rendah. ANTARA

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi mengalami enam kali gempa guguran pada Sabtu pagi, 23 Februari 2019.

    Baca: Luncuran Lava Gunung Merapi Semakin Sering

    Melalui akun Twitter resminya, BPPTKG menyebut sejak pukul 00.00-06.00 WIB berdasarkan data seismik, terekam enam kali gempa guguran dengan durasi 19,7-62,7 detik.

    Berdasarkan pengamatan BPPTKG dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang pada Sabtu pagi, dilaporkan bahwa visual gunung teraktif di Indonesia itu tampak. Angin di gunung tersebut bertiup tenang dengan suhu udara mencapai 19,6 derajat Celcius dengan kelembaban udara 87 persen RH dan tekanan udara hingga 917,9 hpa.

    Menurut analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang dirilis BPPTKG untuk periode 8-14 Februari 2019, volume kubah lava gunung itu relatif tetap dengan data pekan sebelumnya, yakni 461.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 1.300 meter kubik per hari.

    Baca: Sepanjang Pagi ini Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Lima Kali

    Kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari. BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

    Berhubung sudah terjadi beberapa kali awan panas guguran yang jarak luncurnya semakin jauh, BPPTKG meminta masyarakat yang tinggal di alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.