Amien Rais Singgung LRT: Kereta Cebong, Cepat Bohongan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyampaikan pemaparan dalam diskusi publik Selasaan di Sekretariat Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, di Menteng, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019. Amien Rais mengatakan mafia nasional tidak mungkin bisa langgeng dan kuat tanpa kerja sama dengan kekuasaan. TEMPO/Faisal Akbar

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyampaikan pemaparan dalam diskusi publik Selasaan di Sekretariat Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, di Menteng, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019. Amien Rais mengatakan mafia nasional tidak mungkin bisa langgeng dan kuat tanpa kerja sama dengan kekuasaan. TEMPO/Faisal Akbar

    TEMPO.CO, Yogyakarta -  Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengkritik proyek-proyek besar. Ia menyebut beberapa proyek seperti megaproyek reklamasi teluk Jakarta, Meikarta hingga kereta cepat.

    Baca: Kader untuk Politik Praktis dan Menjaga Khittah Muhammadiyah

    Bahkan ia menyebut proyek kereta api cepat yang ia sebut dengan kereta cebong. “Kereta cebong, cepat bohong-bohongan. Rp 97 triliun belum selesai izinnya digasak semau-maunya,” kata Amien Rais di halaman ADI TV, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,  Jumat, 22 Februari 2019.

    Ia mengatakan reklamasi teluk Jakarta sebagai pembangunan dengan dana sebesar Rp 200 triliun untuk membuat 17 pulau palsu. Padahal, di sekitar itu sudah ada ribuan pulau.

    “Belum jadi apa-apa, iklannya sudah sampai di Beijing, Shenhzen, Shanghai. Untuk siapa, bukan untuk kita. Tapi untuk orang-orang itu,” kata dia dalam kuliah umum bersama Rocky Gerung.

    Simak juga: Amien Rais Tak Diagendakan Bicara di Sidang Tanwir Muhammadiyah

    Di awal pidato, Amien Rais menyebut ada bangsa-bangsa budak dan ada bangsa-bangsa tuan. Ia meminta supaya menjadi bangsa tuan di negeri sendiri. “Tidak boleh kita jual aset kita murah-murahan ke negeri asing. Ini saatnya kita menjadi bangsa yang mandiri,” kata Amien.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?