Munajat 212, Panitia Putar Video Ceramah Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Rizieq Shihab akan menjalani pemeriksaan  terkait dugaan penyebaran kebencian soal mata uang rupiah berlogo palu-arit. TEMPO/Subekti

    Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat tiba di Gedung Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 23 Januari 2017. Rizieq Shihab akan menjalani pemeriksaan terkait dugaan penyebaran kebencian soal mata uang rupiah berlogo palu-arit. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI)  Rizieq Shihab mengatakan akan bertekad melawan rezim kezaliman dan menegakkan keadilan. Dia mengaku siap menenggelamkan rezim yang durhaka.

    "Kami siap tenggelamkan rezim durhaka, rezim pendukung penista agama. Ya Allah musnahkanlah kesewenang-wenangan," kata Rizieq di acara zikir dan Munajat 212 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 22 Februari 2019.

    Baca: Rizieq Shihab: Penegakan Hukum Atas Dasar Suka-suka

    Pernyataan Rizieq itu disampaikan kepada para pendukungnya melalui sebuah video yang diputar lewat layar lebar. Dalam pidatonya Rizieq menyatakan doa dan munajat yang ia sampaikan di acara itu direkam dari Mekkah.

    Rizieq berujar masih banyak ketidakadilan dan kezaliman di muka bumi ini. Rizieq juga menyebut bahwa penegakan hukum saat ini masih terkesan suka-suka. "Ya Allah sejak kapan penegakan hukum negara atas dasar selera suka-suka. Jika itu dasarnya untuk apa ada pengadilan ya Allah," kata Rizieq.

    Rizieq juga mempertanyakan mengapa masih banyak hukuman kepada para santri. Terutama kepada mereka yang banyak memberikan kritik kepada penguasa.

    Berdasarkan pantauan Tempo sejumlah tokoh tampak hadir dalam acara tersebut. Beberapa di antaranya sempat menyampaikan orasi di depan para pendukung Rizieq Shihab.

    Simak: Anies Baswedan Dijadwalkan Hadiri Munajat 212

    Beberapa tokoh yang terlihat hadir diantaranya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid.

    Ada pula Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais, Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif, Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Neno Warisman dan juga Titiek Soeharto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.