Menteri Eko Sebut Dana Desa Berhasil Bangun Jalan Desa 191.600 Km

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menghadiri konferensi pers Program Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. (dok Kemendes PDTT)

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo menghadiri konferensi pers Program Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. (dok Kemendes PDTT)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan dana desa sejak  2015-2018 telah berhasil membangun sepanjang 191.600 kilometer jalan desa. Jika dipukul rata, maka setiap desa telah berhasil membangun sepanjang 2,5 kilometer jalan desa per empat tahun terakhir, atau sepanjang 625 meter per tahunnya.

    Baca juga: Masyarakat Adat Baduy Tolak Dana Desa Rp 2,5 Miliar

    "Jadi orang desa membangun 625 meter itu gampang sebenarnya," kata seperti dikutip Antara, seusai menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun Anggaran 2019 di Ecovention Ocean Ecopark Taman Impian Jaya Ancol Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019.

    Tak hanya jalan desa, menurutnya, dana desa juga telah membangun ribuan infrastruktur dasar lainnya seperti MCK, Polindes, Posyandu, jembatan, irigasi, PAUD, dan sebagainya. Menurutnya, tata kelola dana desa setiap tahun juga terus mengalami peningkatan.

    "Sejak tahun 2015 dana desa (jumlah) naik terus. Tahun 2015 penyerapannya 82 persen, tahun 2016 naik menjadi 97 persen, kemudian 2018 naik lagi menjadi 98 persen, dan tahun lalu penyerapannya 99 persen. Ini menunjukkan bahwa tata kelolanya makin baik," ujarnya.

    Menurut Eko, sebanyak 85 persen masyarakat Indonesia puas dengan program dana desa.

    "Tingkat kepuasan masyarakat terhadap dana desa cukup tinggi. Kita lihat surveinya, bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap dana desa 85 persen. Salah satu tertinggi di kabinet," kata dia.

    Eko mengatakan proses pelaksanaan dana desa dilakukan dengan prosedur cukup ketat. Untuk pencairan misalnya, disalurkan melalui tiga tahap dengan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi.

    "Kan (pencairan dana desa) dilakukan tiga tahap. Kalau sudah cair tahap pertama, tahapan berikutnya tidak akan cair kalau tahapan sebelumnya belum dilaporkan," ujarnya.

    Baca juga: Begini Penjelasan Istana Soal Tudingan Fadli Zon Soal Dana Desa

    Selain itu, lanjutnya, pengawasan dana desa juga dilakukan ketat, dengan melibatkan pihak Kepolisian, Kejaksaan, lembaga/kementerian terkait, dan Satgas dana desa. Selain itu, menurutnya, masyarakat juga antusias turut mengawasi dana desa.

    "Nah media massa ini paling penting. Karena informasi-informasi dari media ini, masyarakat jadi tahu dana desa dan secara otomatis mereka ikut mengawasi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.