Siaga Kebakaran Hutan, Riau Minta Bantuan BNPB

Reporter

Editor

Juli Hantoro

Petugas gabungan memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di kecamatan Dumai Barat, Dumai, Riau, Selasa, 12 Februari 2019. ANTARA/Aswaddy Hamid

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Riau setelah penetapan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) langsung meminta bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga: Greenpeace Bantah Jokowi Soal Kebakaran Hutan, Ini Pendapatnya

"Kami mengajukan bantuan ke BNPB. Bantuan yang dibutuhkan kita minta peralatan, pompa, helikoter untuk `water bombing dan pendampingan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, di Pekanbaru, Rabu, 21 Februari 2019.

Edwar mengatakan saat ini sudah ada bantuan helikopter dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan helikopter Super Puma dari perusahaan APP Sinar Mas. Namun, kata Edwar, karena lokasi kebakaran jauh dari jalan dan berada di daerah pesisir, maka bantuan helikopter akan sangat diperlukan.

Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berlaku di Provinsi Riau mulai 19 Februari selama delapan bulan ke depan hingga 31 Oktober 2019.

Keputusan itu didasari sejumlah pertimbangan, salah satunya untuk menjaga agar pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, khususnya Pemilu Presiden (Pilpres), tidak terganggu oleh asap Karhutla. "Ini memang perlu kita perbuat agar lebih optimal, cepat mencegah daripada kesulitan memadamkan kebakaran," katanya.

Penetapan status tersebut dinilainya akan meringankan upaya pencegahan dari pemerintah daerah, karena akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui BNPB. "Secara simultan kita bersatu, (pemerintah) pusat juga campur tangan. Kalau sendiri kita kewalahan," katanya.

Baca juga: Jokowi Klaim 3 Tahun Tak Ada kebakaran Hutan, Begini Data KLHK

Dari awal Januari hingga 18 Februari lalu, tercatat 843 hektare lahan terbakar di Provinsi Riau. Lokasi kebakaran tersebar di Kabupaten Rokan Hilir 117 hektare, Kabupaten Dumai 43,5 hektare, Kabupaten Bengkalis 627 hektare, Kabupaten Meranti 20,2 hektare, Kabupaten Siak 5 hektare, Kabupaten Kampar 14 hektare, dan Kota Pekanbaru 16 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan itu terlihat dari citra Satelit Terra-Aqua. Dari citra satelit itu menunjukan jumlah titik panas di kawasan gambut Provinsi Riau pada periode 11-17 Februari meningkat menjadi 231 titik, yang dari 48 titik di periode 4-10 Februari. Titik panas terkonsentrasi di daerah pesisir Riau seperti di Kabupaten Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti dan Pelalawan.






Jokowi Bilang Ancaman Copot Pangdam Kapolda soal Kebakaran Hutan Masih Berlaku

3 jam lalu

Jokowi Bilang Ancaman Copot Pangdam Kapolda soal Kebakaran Hutan Masih Berlaku

Peringatan ini disampaikan karena Jokowi menyebut suhu panas akan mulai naik di akhir Februari atau Maret ini.


Antisipasi Kemarau Kering dan Karhutla 2023, BMKG Perkuat Koordinasi di Riau

23 jam lalu

Antisipasi Kemarau Kering dan Karhutla 2023, BMKG Perkuat Koordinasi di Riau

BMKG telah memprediksi adanya musim kemarau di tahun 2023 yang jauh lebih kering jika dibandingkan dengan periode tiga tahun terakhir, yaitu 2020-2022


Riwayat Erupsi Gunung Semeru Tiga Bulan Terakhir

1 hari lalu

Riwayat Erupsi Gunung Semeru Tiga Bulan Terakhir

Sejak Desember tahun lalu hingga 5 Februari 2023, erupsi Gunung Semeru terus terjadi. Berikut tiga letusannya yang tergolong hebat.


Setidaknya 24 Orang Tewas dalam Kebakaran Hutan di Chile

2 hari lalu

Setidaknya 24 Orang Tewas dalam Kebakaran Hutan di Chile

Kebakaran hutan terburuk di negeri itu telah menghanguskan 270.000 hektare lahan.


Puluhan Kebakaran Hutan Landa Chile, Tewaskan Sedikitnya 23 Orang

3 hari lalu

Puluhan Kebakaran Hutan Landa Chile, Tewaskan Sedikitnya 23 Orang

Sebanyak 11 korban meninggal di Kota Santa Juana di Biobio, terletak sekitar 500 kilometer dari ibu kota Chile


BPBD Sebut Air Laut di Pintu Air Pasar Ikan Naik & Daftar 19 Lokasi Berpotensi Banjir Rob

4 hari lalu

BPBD Sebut Air Laut di Pintu Air Pasar Ikan Naik & Daftar 19 Lokasi Berpotensi Banjir Rob

Kenaikan air laut ini berpotensi menimbulkan terjadinya banjir rob.


Kemarau Tahun Ini Lebih Kering, BMKG: Mudah Kebakaran Hutan

11 hari lalu

Kemarau Tahun Ini Lebih Kering, BMKG: Mudah Kebakaran Hutan

Kalau tiga tahun terakhir ini saat musim kemarau masih sering terjadi hujan, maka di tahun 2023 ini intensitas hujan akan jauh menurun.


Musim Kemarau, Potensi Kebakaran Hutan, dan Gelaran KTT ASEAN

11 hari lalu

Musim Kemarau, Potensi Kebakaran Hutan, dan Gelaran KTT ASEAN

Mahfud minta antisipasi tinggi potensi kebakaran hutan dan bencana asap tahun ini demi gelaran KTT ASEAN.


Turut Dugaan Korupsi di UIN Suska, Benny Sukma Negara Pernah Diobservasi di Rumah Sakit Jiwa

17 hari lalu

Turut Dugaan Korupsi di UIN Suska, Benny Sukma Negara Pernah Diobservasi di Rumah Sakit Jiwa

Selain Mantan Rektor UIN Suska Riau Akhmad Mujahidin, dugaan korupsi pengadaan jaringan internet di kampust itu menyeret nama Benny Sukma Negara.


Menteri Siti Nurbaya Minta Hujan Buatan Lebih Awal, Ini Alasannya

18 hari lalu

Menteri Siti Nurbaya Minta Hujan Buatan Lebih Awal, Ini Alasannya

Tim teknologi modifikasi cuaca atau biasa dikenal juga dengan teknologi hujan buatan akan segera terbang lagi.