2 WNI Diculik Kelompok Bersenjata Filipina Saat Berlayar di Sabah

Kapal bernomor lambung SSK 00520 F, salah satu dari dua kapal yang dirampok di Perairan Kertam, 15 mil Laut dari Sungai Kinabatangan, Sabah, Malaysia, 5 November 2016. Kedua nakhoda kapal diculik, enam ABK dibebaskan. (Foto: Dir PWNI Kemlu RI)

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal membenarkan video yang memperlihatkan dua orang Indonesia disandera komplotan bersenjata. Iqbal menyatakan, dua orang itu ditangkap saat sedang bekerja menangkap ikan di perairan Sandakan, Sabah, Malaysia pada 5 Desember 2018. Mereka berlayar bersama seorang warga negara Malaysia.

Baca: Abu Sayyaf Kembali Culik 3 WNI di Perairan Malaysia

"Kasus ini adalah penculikan ke-11 yang dilakukan terhadap WNI di perairan Sabah oleh kelompok bersenjata," kata Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam, 20 Februari 2019.

Iqbal menyatakan, keduanya diculik kelompok bersenjata di Filipina Selatan. Mereka adalah warga asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara bernama Hariadin dan Heri Ardiasyah. Hingga kini, Kementerian Luar Negeri belum berhasil membebaskan mereka.

Adapun pelaku menyebarkan video dalam setiap kasus penyanderaan untuk menekan keluarga. Kemenlu, ucap Iqbal, selalu memberikan perkembangan kepada keluarga soal upaya pembebasan Hariadin dan Heri.

"Pemerintah terus melakukan upaya-upaya dalam rangka pembebasan kedua WNI dari penyanderaan," ujar Iqbal.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan dua pria diduga WNI sujud sembari ditodong dengan golok. Keduanya tak mengenakan pakaian dan mata ditutupi dengan kain hitam. Di sekeliling dua pria itu tampak sejumlah orang bertopeng yang membawa senjata. Satu orang memegang golok dan mengarahkannya ke leher seorang pria.

YOHANES PASKALIS






Malaysia Konversi Pesawat CN235-220 menjadi Maritime Patrol Aircraft

9 jam lalu

Malaysia Konversi Pesawat CN235-220 menjadi Maritime Patrol Aircraft

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah merampungkan konversi dua dari tiga pesawat CN235-220 milik Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) itu.


WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

12 jam lalu

WNI di Iran Diminta Tak Ikut Unjuk Rasa Kematian Mahsa Amini

Orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat di seluruh Iran telah bergabung dalam protes kematian Amini, WNI diminta tak ikut-ikutan.


WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

13 jam lalu

WNI yang Masih Bertahan di Ukraina dalam Kondisi Aman

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi tidak ada WNI yang terdampak pencaplokan empat wilayah Ukraina oleh Rusia.


Malaysia Dikecam, Abstain dalam Sidang Dewan HAM PBB tentang Muslim Uyghur

14 jam lalu

Malaysia Dikecam, Abstain dalam Sidang Dewan HAM PBB tentang Muslim Uyghur

Keputusan Malaysia untuk abstain dari pemungutan suara dalam sidang Dewan HAM PBB tentang Uyghur adalah mengecewakan dan memalukan.


Pertugas Imigrasi Sering Tanyakan Soal ini Bagi Pemohon Paspor

14 jam lalu

Pertugas Imigrasi Sering Tanyakan Soal ini Bagi Pemohon Paspor

Berikut pertanyaan yang paling sering ditanyakan saat membuat paspor untuk kepentingan berlibur, pendidikan dan bekerja. Apa saja?


Malaysia Golongkan Permen Karet Mengandung Nikotin Tidak Beracun

15 jam lalu

Malaysia Golongkan Permen Karet Mengandung Nikotin Tidak Beracun

Pemerintah Malaysia memasukkan pengganti nikotin berupa patch atau permen karet sebagai produk tidak beracun.


PM Malaysia Bertemu Raja, Bahas Pemilu Dipercepat?

1 hari lalu

PM Malaysia Bertemu Raja, Bahas Pemilu Dipercepat?

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan dia mungkin akan mengusulkan tanggal pembubaran parlemen dalam pertemuannya dengan Raja Al-Sultan Abdullah.


Tidak Ada Korban WNI dalam Penembakan Massal di Thailand

1 hari lalu

Tidak Ada Korban WNI dalam Penembakan Massal di Thailand

Kementerian Luar Negeri mengkonfirmasi tidak ada korban WNI yang menjadi korban penembakan massal di Thailand.


Filipina Akan Impor Minyak dan Pupuk Rusia, Usul Junta Myanmar Diundang ke KTT ASEAN

1 hari lalu

Filipina Akan Impor Minyak dan Pupuk Rusia, Usul Junta Myanmar Diundang ke KTT ASEAN

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan negaranya mungkin perlu beralih ke Rusia untuk memenuhi kebutuhan BBM dan pupuk


Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

2 hari lalu

Malaysia Hentikan Pengejaran Utang Pajak Penghasilan Rp34 Miliar Putri Najib Razak

Pengacara Putri Najib Razak ketika dihubungi mengatakan IRB mengajukan pemberitahuan penghentian banding Senin lalu.