Din Syamsuddin soal Pilpres 2019: Cintai Pilihan Kamu Biasa Saja

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menjawab pertanyaan wartawan saat meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa, 25 September 2018. Kedatangannya ke Istana terkait pengunduran dirinya dari jabatan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban. TEMPO/Ahmad Faiz

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin menyampaikan sebuah pesan hikmah untuk masyarakat dalam Pemilihahn Presiden atau Pilpres 2019.

Baca: Prabowo Debat Tanpa Data, Timses Tak Menyangka Jokowi Agresif

"Cintailah kekasihmu sedang-sedang saja. Karena boleh jadi sewaktu-waktu dia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan bencilah lawan politikmu sedang-sedang saja. Karena boleh jadi sewaktu-waktu engkau akan mencintainya," kata Din di Kantor MUI, Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019.

Din menjelaskan makna ungkapannya adalah agar pendukung masing-masing calon presiden 2019 rasional, proposional, dan moderat dalam berpolitik. Din meminta agar mereka tidak terlalu ekstrim dalam mendukung pilihannya. "Apalagi sampai menghujat, meniadakan, dan mendegradasi kemanusiaan," katanya.

Din menyayangkan adanya pendukung yang memanggil nama orang yang berbeda pilihan politiknya dengan istilah binatang. Sebab, kata dia, itu sama saja tidak menghargai manusia sebagai ciptaan Tuhan yang seharusnya dimuliakan.

Menurut Din, ormas Islam dan Dewan Pertimbangan MUI menyerukan agar bangsa Indonesia menghadapi agenda demokrasi, khususnya pileg dan pilpres, secara damai dan beradab. Ia mengajak masyarakat untuk beranggapan agenda demokrasi sebagai cara menghindari ketidakadaban.

Simak juga: Jubir JK: Prabowo Beli Perusahaan, Bukan Beli Lahan di Kalimantan

"Biar lah kita berbeda pilihan, baik untuk anggota legislatif dan partai, maupun untuk pilpres. Tapi jangan lah, baik untuk ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniah, persaudaraan kebangsaan kita porak poranda maka itu yang kami pesankan agar interaksi kelompok pendukung terutama di media sosial  itu jangan terlalu ekstrim," ujar dia.






Budiman Sudjatmiko Cerita ke Jokowi soal Keliling Desa hingga Kepala Desa yang Demo

19 menit lalu

Budiman Sudjatmiko Cerita ke Jokowi soal Keliling Desa hingga Kepala Desa yang Demo

Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko menghadapai ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa sore, 17 Januari 2023 lalu.


Survei PWS Sebut Elektabilitas Prabowo Ungguli Ganjar dan Anies

36 menit lalu

Survei PWS Sebut Elektabilitas Prabowo Ungguli Ganjar dan Anies

Sharazani mengatakan naiknya elektabilitas Prabowo dipengaruhi beberapa alasan.


Faisal Basri Kritik Jokowi Soal Larangan Ekspor: Segala Kebjakan Dibajak Kepentingan Oligarki

48 menit lalu

Faisal Basri Kritik Jokowi Soal Larangan Ekspor: Segala Kebjakan Dibajak Kepentingan Oligarki

Faisal Basri mengkritik kebijakan Presiden Jokowi melarang ekspor sejumlah komoditas. Menurut dia, langkah tersebut seringkali sembrono.


Muzani Bilang HUT ke-15 Gerindra Digelar Sederhana, Tak Undang Jokowi

58 menit lalu

Muzani Bilang HUT ke-15 Gerindra Digelar Sederhana, Tak Undang Jokowi

Muzani menegaskan, terbatasnya ruang aula kantor pusat Gerindra itu tak memungkinkan untuk mengundang banyak tamu.


Proses Penentuan Capres Cawapres Koalisi Gerindra dan PKB Terus Berjalan

2 jam lalu

Proses Penentuan Capres Cawapres Koalisi Gerindra dan PKB Terus Berjalan

Jazilul menyebut PKB dan Gerindra sudah satu suara memenangkan Pilpres 2024.


Jokowi Akan Terbitkan PP untuk Dana SDM Desa, Budiman Sudjatmiko Beberkan Isinya

2 jam lalu

Jokowi Akan Terbitkan PP untuk Dana SDM Desa, Budiman Sudjatmiko Beberkan Isinya

Budiman Sudjatmiko menyatakan telah mengusulkan ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar menambah anggaran khusus untuk pengembangan SDM desa.


Gerindra Rayakan HUT ke-15 Besok, Politikus PKB Belum Tahu Diundang atau Tidak

3 jam lalu

Gerindra Rayakan HUT ke-15 Besok, Politikus PKB Belum Tahu Diundang atau Tidak

Partai Gerindra bakal merayakan hari jadinya ke-15 tahun di Kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan.


Sekber Gerindra dan PKB Bakal Dibentuk hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

5 jam lalu

Sekber Gerindra dan PKB Bakal Dibentuk hingga Tingkat Kabupaten dan Kota

Muzani membantah saat ini Gerindra - PKB juga sedang tahap menjajaki kemungkinan memperbesar koalisi dengan Partai Nasdem.


Soal Usulan Penundaan Pemilu, Bamsoet: Tergantung Parpol Parlemen, Saya Hanya Pegang Palu

7 jam lalu

Soal Usulan Penundaan Pemilu, Bamsoet: Tergantung Parpol Parlemen, Saya Hanya Pegang Palu

Bamsoet menyebut peluang terwujudnya penundaan Pemilu ini tergantung dari partai politik yang ada di parlemen.


Gerilya Tiga Periode Masa Jabatan Presiden Jokowi

9 jam lalu

Gerilya Tiga Periode Masa Jabatan Presiden Jokowi

Gagasan perpanjangan masa jabatan presiden atau Jokowi tiga periode mencuat lagi.