Cerita Ganjar Soal Jokowi ke Tambak Lorok Tengah Malam

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka acara sosialisasi penggunaan dana desa, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/8) malam.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat membuka acara sosialisasi penggunaan dana desa, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/8) malam.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku dirinya tidak mengetahui jika Presiden Joko Widodo alias Jokowi mendatangi Kampung Tambak Lorok, Semarang awal Februari lalu.

    Baca juga: Peneliti: Debat Capres Kedua Cukup Mempengaruhi Swing Voters

    “Siangnya sama saya, ternyata malamnya beliau keluar. Baru paginya kita tahu,” kata Ganjar Pranowo di Makassar, Selasa 19 Februari 2019.

    Sebenarnya menurut dia, Tambak Lorok adalah program perbaikan kampung nelayan yang telah lama dicanangkan oleh Jokowi. Bahkan kata Ganjar, Jokowi sudah berkali-kali ingin menengok lokasi tersebut, namun tak ada kesempatan.

    “Jadi beliau melakukan sidak (inspeksi mendadak). Saya kira itu paling bagus, saya juga kayak gitu,” kata Ganjar. “Dia (Jokowi) enggak cerita apa-apa, kita di Forkopimda hanya bisik-bisik, eh tadi malam Pak Jokowi ke Tambak Lorok.”

    Dia pun bercerita bahwa dulunya sampah di Tambak Lorok luar biasa banyaknya. Dan itu dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum. “Awal-awal di sana, saya mendampingi beliau. Sudah berkali-kali ke sana, mungkin beliau ingin mengecek programnya sudah jadi apa belum,” kata dia.

    Ganjar menuturkan bahwa Jokowi memang rajin blusukan, tidak hanya di Semarang saja melainkan hampir semua kunjungan biasanya dia mengambil momentum. “Yang beliau pas tidak capek, ada waktu, langsung keluar,” kata dia.

    Baca juga: Penampilan Jokowi di Debat Capres Diyakini Bisa Tekan Angka Golput

    Perjalanan Jokowi ke Kampung Tambak Lorok ini diungkapkannya dalam debat capres kedua pada Ahad malam lalu. Jokowi mengatakan ia hanya berdua dengan sopir ke Tambak Lorok untuk mengetahui kondisi nelayan di sana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.