Kubu Jokowi Penuhi Undangan Komnas HAM untuk Bedah Visi Misi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekertaris Jenderal PPP Arsul Sani usai menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk

    Sekertaris Jenderal PPP Arsul Sani usai menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk "Memotret Kinerja KPK" di Bakoel Koffie, Cikini Raya, Jakarta, Senin, 4 Desember 2017. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Amin, Arsul Sani memenuhi undangan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk membedah visi dan misi jagoannya terkait HAM hari ini. Sementara itu, untuk undangan kepada kubu Prabowo Subianto adalah besok, Rabu, 20 Februari 2019.

    Baca: 4 Hal Ini Jadi Rekomendasi Komnas HAM untuk Jokowi

    Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menjelaskan tujuan lembaganya mengundang kedua kubu dari calon presiden yang bertarung di pemilihan presiden 2019. "Karena ini bukan debat, tapi pemaparan. Kami Komnas HAM mempunyai tujuan supaya yang dirancang ini tereksplorasi," kata Taufan di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Februari 2019.

    Taufan menuturkan, Komnas HAM berharap bedah visi misi ini dapat menjelaskan bagaimana komitmen kedua kubu calon presiden. Dengan cara ini, kata dia, visi misi di bidang HAM para capres tak hanya dipahami publik, tetapi menjadi komitmen yang bisa ditagih publik.

    Taufan menuturkan, ada dua hal yang secara spesifik dibahas dalam bedah visi misi ini. Pertama, upaya penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu. Kedua, komitmen para capres terkait reforma agraria.

    Taufan berujar, Komnas ingin mengetahui bagaimana komitmen para kandidat memasukkan dimensi HAM dalam pembangunan. "Pembangunan harus berkait dengan dimensi-dimensi hak asasi manusia, yang mana HAM ini juga menjadi tujuan akhir dari pembangunan kita," kata dia.

    Baca: Absen dari Debat Capres, Komnas HAM Tegaskan Netral dalam Pilpres

    Dalam bedah visi misi ini, hadir pula komisioner Komnas HAM Hairansyah dan Amiruddin Al Rahab, serta komisioner Komnas Perempuan Saur Tumiur Situmorang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.