Kiprah Muhammadiyah di Kancah Politik dari Masa ke Masa

Reporter

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir berpidato saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah di UMM Dome, Malang, Jawa Timur, Kamis 7 Februari 2019. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyerukan kepada setiap kader Muhammadiyah agar berperan aktif dalam partai politik.

Baca: Kader untuk Politik Praktis dan Menjaga Khittah Muhammadiyah

"Sekarang kami akan dorong, kami siapkanlah," ujar Haedar saat ditemui di sela sidang tanwir Muhammadiyah ke-51, di Bengkulu, Sabtu, 16 Februari 2019. Kader Muhammadiyah akan disiapkan untuk disalurkan ke berbagai partai politik.

Seruan itu muncul seiring dengan meredupnya kiprah kader Muhammadiyah dalam kancah politik. Padahal, sejak terbentuk pada 91 tahun silam, organisasi keagamaan ini justru mewarnai dunia politik Indonesia. Dari perjuangan merebut kemerdekaan hingga pergantian berbagai rezim pemerintahan. Dari Orde Lama, Orde Baru, hingga reformasi.

18 November 1921
Muhammad Darwis atau KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan dan dakwah.

22 Agustus 1914
Gubernur Jenderal Belanda mengesahkan berdirinya Muhammadiyah.

7 November 1945
Tokoh-tokoh Muhammadiyah bersama Nahdlatul Ulama (NU), Perikatan Umat Islam, dan Persatuan Umat Islam mendirikan Partai Madjelis Sjuro Moeslimin Indonesia (Masyumi). Partai ini berideologi Islam.

5 April 1952
NU keluar dari Masyumi.

1955
Masyumi menjadi pemenang kedua dalam Pemilihan Umum 1955 dengan memperoleh 20,9 persen suara, di bawah Partai Nasional Indonesia yang meraih 22,3 persen suara.

1960
Pemerintah melarang Partai Masyumi.

19 Oktober 1964
Muhammadiyah ikut bergabung dalam Sekretariat Bersama Golongan Karya.

1968
Tokoh-tokoh Muhammadiyah mendirikan Partai Muslimin Indonesia (Parmusi).

1971
Hasil muktamar Muhammadiyah ke-38 di Ujung Pandang memutuskan organisasi berfokus pada gerakan dakwah Islam.

23 Agustus 1998
Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Amien Rais, mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN). Partai ini mengikuti pemilu pertama kali pada 1999 dengan memperoleh 34 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. PAN memiliki 48 kursi di DPR periode 2014-2019.

Desember 2004
Sidang tanwir Muhammadiyah di Nusa Tenggara Barat merekomendasikan perlunya organisasi membentuk partai politik.

16 Desember 2006
Tokoh-tokoh muda Muhammadiyah mendirikan Partai Matahari Bangsa (PMB). PMB ikut dalam Pemilu 2009, tapi gagal mengikuti pemilu berikutnya.

Baca juga: Tiga Upaya Muhammadiyah Menjaga Netralitas Organisasi

DPP MUHAMMADIYAH | BERBAGAI SUMBER | EGI ADYATAMA | RUSMAN PARAQBUEQ






1 Abad NU, Ketua Umum PP Muhammadiyah: Semoga Semakin Besar dan Kuat Menjaga Bangsa

7 jam lalu

1 Abad NU, Ketua Umum PP Muhammadiyah: Semoga Semakin Besar dan Kuat Menjaga Bangsa

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir turut memberikan doa dan harapan menyambut peringatan harlah 1 abad Nahdlatul Ulama.


PP Muhammadiyah Soroti Soal Sampah Berserakan di Masjid Raya Al Jabbar Bandung

7 jam lalu

PP Muhammadiyah Soroti Soal Sampah Berserakan di Masjid Raya Al Jabbar Bandung

Sejak diresmikan pada akhir Januari lalu, Masjid Raya Al Jabbar lekas menjadi viral dan dikunjungi oleh masyarakat.


Usulan Penghapusan Jabatan Gubernur, PP Muhammadiyah: Lebih Baik Dibahas Usai Pemilu 2024

9 jam lalu

Usulan Penghapusan Jabatan Gubernur, PP Muhammadiyah: Lebih Baik Dibahas Usai Pemilu 2024

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir turut menyoroti soal usulan penghapusan jabatan gubernur yang dilontarkan Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin belum lama ini.


PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1444 H Jatuh Pada 23 Maret 2023

14 jam lalu

PP Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1444 H Jatuh Pada 23 Maret 2023

PP Muhammadiyah telah menetapkan jatuhnya 1 Ramadhan 1444 H, hari raya Idul Fitri hingga Idul Adha.


Perawat Diduga Gunting Jari Bayi Diberhentikan Sementara

1 hari lalu

Perawat Diduga Gunting Jari Bayi Diberhentikan Sementara

Manajemen Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Palembang, Sumatera Selatan, menonaktifkan seorang perawatnya karena dugaan menggunting satu jari pasien bayi.


Perbedaan Krusial Metode Hisab dengan Hilal untuk Menentukan 1 Ramadan

2 hari lalu

Perbedaan Krusial Metode Hisab dengan Hilal untuk Menentukan 1 Ramadan

Dua metode perhitungan yang umum dipakai untuk menentukan 1 Ramadan adalah metode hisab dan metode hilal. Berikut perbedaan dari keduanya.


Muhammadiyah Setia Pakai Metode Hisab untuk Penentuan 1 Ramadan, Apa Itu Hisab?

2 hari lalu

Muhammadiyah Setia Pakai Metode Hisab untuk Penentuan 1 Ramadan, Apa Itu Hisab?

Metode hisab yang digunakan Muhammadiyah untuk menentukan 1 Ramadan adalah cara menghitung waktu berdasarkan posisi geometri benda-benda langit.


Poin-poin Penting Ihwal Dimulainya Bulan Puasa 2023 menurut Muhammadiyah

2 hari lalu

Poin-poin Penting Ihwal Dimulainya Bulan Puasa 2023 menurut Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi telah menetapkan tanggal 1 Ramadan alias awal bulan puasa 1444 Hijriyah pada Kamis, 23 Maret 2023 mendatang.


Temui Jokowi di Istana, Pemuda Muhammadiyah Nyatakan Dukung IKN

7 hari lalu

Temui Jokowi di Istana, Pemuda Muhammadiyah Nyatakan Dukung IKN

Setelah bertemu Presiden Jokowi, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sunanto menyatakan dukungannya atas pembangunan IKN.


Muhammadiyah DKI Jakarta Dorong Masyarakat Kurangi Pengggunaan Air Tanah, sesuai Fikih Air

18 hari lalu

Muhammadiyah DKI Jakarta Dorong Masyarakat Kurangi Pengggunaan Air Tanah, sesuai Fikih Air

Muhammadiyah DKI Jakarta berkomitmen untuk mendorong masyarakat mengurangi penggunaan air tanah, memanfaatkan air secara baik dan bijak.