Duit Rp 160 Juta Milik Joko Driyono Diduga Terkait Masalah Pidana

Reporter

Editor

Juli Hantoro

PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono saat hendak menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 18 Februari 2019. Satgas Antimafia Sepak Bola telah menetapkan 14 tersangka dalam dugaan pengaturan skor yang dilaporkan oleh eks manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Antimafia Bola Polri menemukan uang sebesar Rp 160 juta yang disita dari hasil penggeledahan di apartemen milik Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono di Taman Rasuna, Jakarta Selatan, terkait masalah pidana.

Baca juga: Kasus Pengaturan Skor: Joko Driyono Jadi Tersangka dan Dicekal

Sebelumnya, dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita total Rp 300 juta. "Dari uang Rp 300 juta itu diaudit lagi, yang terkait masalah pidana hanya Rp 160 juta," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 18 Februari 2019.

Alhasil, uang Rp140 juta atau sisanya, sudah dikembalikan kepada Joko Driyono. Hingga saat ini, penyidik masih menduga uang Rp160 juta merupakan uang suap. Dedi menuturkan, pihaknya telah menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk mengaudit kembali uang yang disita tersebut.

Audit dilakukan untuk mengusut asal usul uang tersebut dan keterkaitannya dengan kasus yang membelit Joko Driyono saat ini. Pengusutan tersebut, kata Dedi, untuk membuka kemungkinan penetapan tersangka baru.

Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka pada 14 Februari 2019. Hari ini,18 Februari 2019, ia menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka. Joko Driyono diduga menjadi aktor intelektual di balik tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum di kantor Komisi Disiplin PSSI terkait kasus kecurangan pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola di Indonesia.

Dari kasus perusakan ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka terlebih dulu. Mereka adalah Muhammad MM alias Dani. Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur.

Baca juga: Penuhi Panggilan Polisi, Joko Driyono: Kita Ikuti Saja

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap ketiganya, polisi kemudian menetapkan Joko Driyono sebagai tersangka. "Setelah itu, Satgas Antimafia Bola menggeledah Apartemen Taman Rasuna tower sembilan lantai 18," ujar Dedi.

Dari penggeledahan itu, ditemukan 75 jenis barang bukti yang disita oleh Satgas Antimafia Bola. Lalu, ke-75 barang tersebut, diaudit dan dievaluasi. "Dan menguatkan bukti pendukung untuk menetapkan saudara J sebagai tersangka, sekaligus melayangkan surat kepada Direktorat jenderal Imigrasi untuk melakukan pencekalan selama 20 hari mendatang," kata Dedi.






Pengaturan Skor Kembali Muncul, Satgas Antimafia Bola Berpotensi Diaktifkan Lagi

3 November 2021

Pengaturan Skor Kembali Muncul, Satgas Antimafia Bola Berpotensi Diaktifkan Lagi

Satgas Antimafia Bola yang masa tugasnya telah berakhir sejak Agustus 2020 bisa saja diaktifkan kembali jika kasus pengaturan skor kembali terjadi.


Menakar Efektifitas Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia U-20

29 Januari 2020

Menakar Efektifitas Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia U-20

Menurut Menpora Zainudin Amali, perpanjangan masa tugas Satgas Antimafia Bola sampai Piala Dunia U-20 2021 untuk melindungi pemain, pelatih dan wasit.


Kata Iwan Bule, Menpora Ingin Satgas Antimafia Bola Aktif Lagi

20 Januari 2020

Kata Iwan Bule, Menpora Ingin Satgas Antimafia Bola Aktif Lagi

Ketua Umum PSSI mengatakan Menpora Zainudin Amali berharap Satgas Antimafia Bola bisa diaktifkan lagi.


Langkah Satgas Antimafia Bola Mengubah Wajah Sepak Bola Nasional

18 Desember 2019

Langkah Satgas Antimafia Bola Mengubah Wajah Sepak Bola Nasional

Temuan terakhir Satgas Antimafia Bola yakni ada upaya pengaturan skor laga Persikasi Bekasi melawan Perses Sumedang.


Kepala Satgas Antimafia Bola Akan Serahkan Data ke PSSI

17 Desember 2019

Kepala Satgas Antimafia Bola Akan Serahkan Data ke PSSI

Satgas Antimafia Bola Jilid II berencana memberikan data ke PSSI terkait potensi kerawanan dan pos yang perlu diperbaiki agar kompetisi berkualitas.


Wawancara Kepala Satgas Antimafia Bola: Masih Ada Pengaturan Skor

17 Desember 2019

Wawancara Kepala Satgas Antimafia Bola: Masih Ada Pengaturan Skor

Kepala Satgas Antimafia Bola Jilid II, Brigadir Jenderal Hendro Pandowo, mengungkapkan masih menemukan indikasi match fixing hingga November 2019.


Polri Hidupkan Satgas Antimafia Sepak Bola Jilid II

8 Agustus 2019

Polri Hidupkan Satgas Antimafia Sepak Bola Jilid II

Polri mengatakan dihidupkannya kembali Satgas Antimafia Sepak Bola dikarenakan adanya apresiasi dari masyarakat.


Pengamat: PSSI Seperti Tak Berniat Memajukan Sepak Bola Nasional

28 Juli 2019

Pengamat: PSSI Seperti Tak Berniat Memajukan Sepak Bola Nasional

Pegiat media sosial dan pemerhati sepak bola, Rudi S. Kamri berpendapat bahwa PSSI masih belum berubah dan tidak berniat memajukan sepak bola nasional


Bila Tak Mau Terpuruk, PSSI Jangan Kecewakan Pecinta Sepak Bola

28 Juli 2019

Bila Tak Mau Terpuruk, PSSI Jangan Kecewakan Pecinta Sepak Bola

Kongres Luar Biasa PSSI di Jakarta, 27 Juli 2019, memutuskan pemilihan ketua umum dimajukan dari Januari 2020 menjadi November ini.


Divonis Bersalah, Ini Rangkaian Perbuatan Joko Driyono

23 Juli 2019

Divonis Bersalah, Ini Rangkaian Perbuatan Joko Driyono

Joko Driyono dihukum 1,5 tahun penjara atas perbuatannya dalam kasus perusakan barang bukti pengaturan skor Liga Indonesia.